logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 4 Februari 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Sungai Terbendung, Air Menggenangi Permukiman

BANJARNEGARA - Sejumlah warga Dusun Curug Kwondogiri, Desa Blambangan Kecamatan Bawang, Minggu malam sore hingga Senin pagi kemarin tak bisa tidur di rumah. Mereka terpaksa mengungsi ke tempat aman.

Sungai Belimbing yang mengalir di selatan dusun itu, Minggu (2/2) sekitar pukul 16.00 meluap akibat terbendung longsoran sepanjang 45 meter tebing sisi selatan sungai itu. Akibatnya air sungai menggenangi permukiman.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa malam itu. Namun Ny Nasrudin (45) salah seorang warga setempat, terpaksa dibawa ke RSUD karena pingsan setelah melihat air semakin tinggi menggenangi rumahnya.

Dibongkar

Kemarin warga baru bisa kembali ke rumah masing-masing, setelah longsoran tanah yang membendung sungai itu dibongkar. Begitu air surut, mereka membersihkan lumpur dan sampah.

Wartono (55), warga setempat mengungkapkan, sore sekitar pukul 16.00 mendengar suara gemuruh. Semula dikira longsoran kecil, karena suara tebing yang runtuh, kalah keras dibanding derasnya arus sungai.

Selepas magrib, dia mendengar bunyi titir tanda bencana. Begitu keluar rumah, air sudah tinggi dan mencapai bibir sungai. Seketika itu juga dia istri dan ketiga anaknya berkemas mengungsi ke tempat yang aman. ''Sore itu cuma gerimis, tapi air di sungai terdengar deras. Mungkin di atas hujan deras,'' ujar lelaki yang tinggal hanya beberapa meter dari bibir sungai.

Keluarga itu kini tak bisa menempati lagi rumahnya, karena pondasi bagian belakang rumah menggantung.

Disamping itu lantai rumah retak-retak, karena sebagian tanah tergerus aliran sungai. ''Sambil menunggu perbaikan, kami tinggal di rumah saudara karena bila ditempati cukup berbahaya,'' katanya.

Musibah malam itu tak cuma merusakkan beberapa rumah warga. Jalan makadam di dusun itu berlubang sedalam 0,5 - 1 meter sepanjang 10, akibat tergerus aliran air sungai yang saat itu berpindah ke jalan.

Camat Bawang, Ahmad Nurniam BA di lokasi mencatat sedikitnya 26 KK terdiri 107 jiwa semalam terpaksa mengungsi. Dua buah rumah rusak total dan dan 24 rumah rusak berat, sisanya rusak ringan.

''Setelah longsoran yang membendung sungai dibongkar, siangnya warga bisa kembali ke rumah. Kecuali dua warga yang rumahnya rusak total,'' ujar dia.

Dia akan mengajukan ke Pemkab agar warga yang rumahnya rusak total direlokasi ke tempat aman. Jika ditempati lagi berbahaya, karena kini berada dekat bibir sungai yang kini tambah lebar. (A9-68)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA