logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 4 Februari 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Sebaiknya Kader PDI-P Tidak Menjadi Duri dalam Partai

LANGKAH tegas pengurus DPC PDI-P Kota Tegal mendamprat Haryanto Taslam (anggota FPDI-P DPR RI), pekan lalu di Gedung DPR RI di Jakarta, dengan alasan sering menjelek-jelekkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, ternyata dijadikan peringatan bagi kader-kader partai itu untuk tetap menjaga nama baik partai.

Karena itu Ketua DPC PDI-P kota itu Agil Abdurochim, atas nama jajaran partai mengingatkan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kotanya. Dia mengharapkan, kader partainya bersikap jantan, dan tidak menjadi duri dalam partai.

Seandainya kader di daerahnya sulit untuk diingatkan, maka pihaknya akan bertindak lebih tegas lagi. Bukan sekadar mendamprat seperti dilakukan terhadap anggota FPDI-P DPR RI asal Kota Tegal itu, melainkan secara tertulis melalui rapat pengurus partai, pihaknya akan meminta untuk keluar dari partai.

Pekan lalu dirinya bersama Dansatgas Roleich Ichwan, Ketua PAC Tegal Barat Eddhie Suripno Saka SH dan Rudi Irawan (kader), berada di Jakarta. Pihaknya menerima informasi kalau kader partainya yang duduk di kursi DPR RI sering menjelek-jelekkan ketua umum partai yang juga presiden. ''Kami sebenarnya sudah sering mengingatkan secara lisan lewat telepon. Namun belum mengubah sikapnya. Pas kebetulan Haryanto Taslam mau naik lift, kami cegah agar masalahnya segera diselesaikan. Kader PDI-P asal kotanya yang duduk di pusat agar tetap solid mendukung ketua umumnya, bukan menjelek-jelekkan,'' tutur Agil, kemarin.

Bersikap Jantan

Sebagai kader partai, kata dia, hendaknya dapat bersikap jantan, tidak menanam duri di dalam partai. Jika tidak sesuai dengan kebijakan partai, hendaknya diam dan jangan mengumbar komentar atau omongan dengan pihak luar.

Bahkan, secara tegas mengingatkan kalau sudah tidak cocok bisa keluar dari partai, karena masuk menjadi anggota partai tidak dengan paksaan. Dia sangat menyayangkan sikap Haryanto yang meminta dipecat dari partai.

Menyinggung informasi sejumlah kader di kotanya yang suka mengumbar masalah intern partai ke pihak luar, dia memang sudah mencatat nama-namanya. Dalam waktu dekat akan dilakukan pendekatan agar tindakan seperti itu tidak dilakukan kembali. Kalau sudah dilakukan pendekatan dan diingatkan pengurus tidak memperhatikan, maka pengurus akan mengambil tindakan tegas.

''Kalau kader di daerah saya kira masih bisa dikontrol dengan baik. Mereka mengkritik belum sampai taraf kebablasan. Masih dalam koridor yang benar. Kalau ada ya hanya beberapa dan saya kira masih bisa diperbaiki.''

Dia mengingatkan, sebenarnya kader di Jateng terutama di Kota Tegal diinstruksikan oleh DPD agar dapat mengamankan setiap kebijakan ketua umum partai. Kalau ada aksi jalanan agar dapat ditandingi. Hanya saja, menandingi aksi jalanan atau parlemen jalanan tidak disetujui ketua umum partai. Kader di daerah-daerah tetap dimintai bersikap arif dan bijaksana, tidak terprovokasi aksi-aksi yang dapat menciptakan perbuatan anarkis. (Riyono Toepra-74)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA