logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 31 Januari 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pedagang Pasar Bulu Demo di Balai Kota

  • Tuntut Pencopotan Sejumlah Pejabat Dinas Pasar

BALAI KOTA- Imbauan Wali Kota H Sukawi Sutarip SH agar para pedagang Pasar Bulu tidak demo ternyata tidak mempan. Sekitar seratus pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang dan Kaki Lima (P2K) Pasar Bulu, benar-benar merealisasikan niatnya demo di Balai Kota, Kamis (30/1).

Mereka mulai berdatangan sekitar pukul 10.30 dengan membawa spanduk dan poster. Selain mengeluh atas nasib mereka, yakni omzet turun karena harus naik ke lantai II, mereka meminta dilakukan pencopotan terhadap sejumlah pejabat Dinas Pasar.

Sekitar 30 menit wakil pedagang menggelar orasi di depan kantor Wali Kota. Baru akhirnya sekitar 15 wakil pedagang diterima di ruang VIP Wali Kota oleh Sekda HM Soekamto, Kepala Dinas Pasar Eddy Ismojo, Camat Semarang Selatan Ednawan Haryono, dan Kepala Kantor Satpol PP Tomy Y Said.

Sebelum wakil pedagang masuk, Tomy mengingatkan agar yang berdialog di ruang VIP benar-benar pedagang, bukan orang luar. ''Kami ingin yang masuk adalah pedagang. Yang bukan pedagang kami rasa tidak perlu ikut campur.''

Dialog di ruang VIP Wali Kota antara pedagang dan Pemkot juga tak berlangsung lama, bahkan kurang dari 30 menit. Ketua P2K Mulyadi meminta Pemkot membuat konsep yang jelas dalam menata Pasar Bulu. ''Kami tidak menentang penataan, tapi konsepnya harus jelas.''

Dia menilai, yang dilakukan Pemkot saat ini membuat para pedagang tidak laku. Akibatnya, pendapatan pedagang turun drastis.

Pihaknya butuh solusi yang terbaik dalam penataan Pasar Bulu. ''Kami tidak ingin ada kesan pedagang dikompori sehingga terus melakukan protes. Yang kami butuhkan solusi.''

Sekda meminta P2K menyodorkan konsep penataan pasar yang diinginkan. Konsep tersebut akan dipadukan dengan yang dibuat Pemkot. Keduanya akan dianalisis untuk mendapatkan hasil yang baik.

Dia mengungkapkan, Wali Kota akan turun langsung ke Bulu untuk melihat kondisi di lapangan. Namun dia belum bisa memastikan kapan waktunya.

Menurut dia, konsep yang tepat dalam penataan adalah mengembalikan pada kondisi semula. Jika semula tempat parkir, maka difungsikan seperti sedia kala. Selain itu pedagang dikelompokkan menurut jenis dagangannya. ''Sebenarnya konsep itu yang sudah kami terapkan di Pasar Bulu.''

Mulyadi ketika ditanya mengenai konsep penataan yang diminta Pemkot, belum bisa mengatakan. ''Tapi dari kami, yang penting pedagang bisa turun.''(G7-71c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA