logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 31 Januari 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Empat Desa Dilanda Tanah Longsor

  • Puluhan Rumah Rusak Berat

BUMIAYU - Hujan lebat sepanjang Selasa (28/1) malam hingga Rabu (29/1) pagi di wilayah Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, mengakibatkan empat desa dilanda tanah longsor.

Akibat bencana alam itu sedikitnya 23 rumah rusak berat dan ringan serta tidak kurang dari 45 rumah terancam tertimpa longsoran.

Desa yang dilanda bencana itu adalah Desa Waru, Legok, Karangpari, dan Desa Tambakserang yang berada di kawasan berbatasan dengan hutan milik Perhutani. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, tapi kerugian materiil ditaksir lebih dari Rp 200 juta.

Desa yang paling parah adalah Desa Waru terutama di Dukuh Muara. Di desa itu tercatat lima rumah rusak berat, satu di antaranya milik Maryanto (45) tertimbun tanah termasuk sebuah sepeda motor Yamaha RX King.

Rumah lain yang rusak milik Sarto (40), Sumajo (50), Suharjo (50), dan Hadi (40). Yang terdata rusak ringan ada lima rumah dan yang terancam longsoran 10 rumah. Kerugian materiil di Desa Waru ditaksir Rp 140 juta.

Sementara di Desa Legok, tanah longsor melanda Dukuh Bojongneros. Di pedukuhan tersebut sembilan rumah rusak berat, yakni milik Nurcholis (35), Rusin (30), Nurhayat (35), Dulhalim (40), Suparman (35), Carmuhi (70), Saroji (37), Irham (35), dan Cahyudin (35). Rumah yang terancam tertimpa longsoran karena berada di bawah tebing yang diperkirakan bisa longsor lagi ada 32 rumah.

Bencana longsor lain terjadi di Desa Karangpari yang menyebabkan rumah Rasnaip (50) tertimbun dan yang terancam 12 rumah. Di Desa Tambahserang dilaporkan tiga rumah rusak tertimpa tanah longsor.

Kepala Desa Waru Khoerul Ahmad SH dalam laporannya ke Camat Bantarkawung menyebutkan, tanah longsor tersebut terjadi akibat hujan deras sepanjang malam hingga dini hari pada Selasa-Rabu lalu.

''Hujan turun sejak Selasa (28/1) sekitar pukul 16.00 hingga Rabu pagi. Akibat hujan deras itu bukit di atas permukiman penduduk longsor. Rumah Maryanto yang tepat di bawah bukit tertimpa longsoran, termasuk sepeda motornya. Penghuni rumah berhasil lolos sehingga tidak ada korban jiwa,'' tuturnya.

Diungsikan

Maryanto dan keluarganya berhasil lolos karena teriakkan tetangganya Sarto. Saat itu Sarto sedang membetulkan selokan di belakang rumah Maryanto, tiba-tiba mendengar suara gemuruh dari atas bukit. Sadar ada bahaya, Sarto langsung berteriak-teriak sehingga Maryanto dan keluarganya keluar dari rumah. Namun, sepeda motor di dalam rumah tak sempat dibawa sehingga ikut tertimbun.

Bencana di Kecamatan Bantarkawung tersebut oleh Satlak PBA seperti dikatakan Kasi Tramtib Bantarkawung Mursidik SH, sudah dilaporkan ke Pemkab Brebes. Namun, hingga kemarin bantuan untuk para korban belum datang.

Camat Bantarkawung Drs Hudiyono kemarin mengunjungi lokasi bencana terutama di Desa Waru, sedangkan stafnya yang lain ke Desa Legok, Karangpari dan Tambakserang.

Oleh pihak desa, korban yang rumahnya rusak untuk sementara diungsikan ke rumah tetangga dan masjid. Warga belum berani kembali ke rumah karena takut ada bencana susulan, apalagi cuaca mendung masih menggelayut di seputar Bantarkawung pada Kamis kemarin. (so-20e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA