logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 27 Januari 2003 Surat Pembaca  
Line

Bak Sampah

Salah satu sarana menjaga kebersihan lingkungan adalah bak sampah agar warga tidak akan membuang sampah sembarangan. Sayang jumlahnya sangat terbatas sehingga dari wilayah yang tidak ada bak sampahnya terpaksa membuangnya di tempat lain.

Contoh, di pertengahan Jl HM Sarbini sebelah timur Kantor DPUK Kota Kebumen. Satu bak sampah menampung untuk perumahan Mega Biru, Mertokondo, Prumpung, Kranggan dan lain-lain. Sampah bertumpuk dan baunya aduhai. Apalagi bak sampahnya sudah rusak dan tidak memenuhi syarat.

Mohon perhatian Dinas Kebersihan/Pertamanan Kota untuk segera membangun yang baru dan sampah dibuang 3 kali seminggu. Kalau boleh saya usul bak dibuat lebih besar/panjang dan diberi penutup. Bagi lingkungan Perumahan Mega Biru dan sekitarnya mohon fasilitas bak sampah juga disediakan.

Ambijo
Bunirejo Rt 4/Rw 3 Kebumen

***

Siapa Takut Menulis Nonfiksi

Menulis nonfiksi, kegiatan yang tidak ada habis-habisnya. Segala sesuatu bisa saja ditulis asal banyak pertanyaan dalam hati. Penulis nonfiksi harus haus pengetahuan, rajin bertanya dan membaca. Menulis itu gampang, seperti Eka Budianta dan Arswendo Atmowiloto.

Nonfiksi sangat beragam jenisnya. Mulai dari kumpulan resep masakan hingga ulasan perang. Berangkat dari otobiografi hingga renungan agama. Semua tulisan yang mengedepankan fakta dan kebenaran adalah nonfiksi. Bagaimana cara menulisnya.

Langkah pertama tentu perlu banyak data dan fakta. Penulis nonfiksi juga dituntut menjadi peneliti, bisa di lapangan atau perpustakaan. Sebelum menulis harus banyak data atau memperkaya bahan. Kliping, arsip, rekaman, foto dan pengalaman seyogyanya tersedia.

Kemudian tinggal memilih dan mulai menulis, boleh dengan mesin ketik atau komputer. Menulis harus cepat, lebih cepat dari pada makan atau berpikir. Kalau dtimbang-timbang melulu, jarang sekali jadi tulisan (karangan).

H Hartono Ama Pd
Kepala SDN Banjaran 02 Alian Kebumen

***

Kiriman Orang Gila

Sudah sejak lama daerah Pemalang selatan terutama Kecamatan Randodongkal, Moga dan Pulosari menerima kiriman orang gila dalam jumlah banyak. Mereka berkelana memozaiki warna hijau kota pegunungan kami.

Dari mana mereka, siapa pembuangnya dan mengapa harus di kota kami, apakah ini terorganisasi, semua masih teka-teki. Mohon aparat yang berwenang mengumpulkan dan dimasukkan mereka ke institusi tertunjuk (RSJ) untuk dimanusiakan. Atau minimal dirawat negara, bukankah warga yang malang ini anak bangsa juga dan bukankah UUD '45 mengamanatkan untuk merawat mereka.

Hartini
Jl Teuku Umar 14 Rt 13/Rw 2
Randudongkal Pemalang 52353

***

Potong Gaji Pejabat

Kenaikan BBM dan listrik yang memberatkan rakyat saat ini terus mendapat reaksi masyarakat. Apa pun alasannya, Pemerintah sekarang lebih bobrok dari zamannya Pak Harto. Pemerintahan sekarang yang katanya penyambung lidah rakyat justru malah mencekik rakyat.

Sebenarnya tidak hanya Indonesia saja yang mengalami krisis, tapi kenapa kini masih saja terperosok, karena para pejabatnya doyan makan duwit. Coba bayangkan anggota DPRD Jateng setiap hari masuk koran, tapi tidak duwe isin. Hanya mikirin perutnya sendiri. Sudah gajinya tinggi masih dapat tunjangan mobil baru dan lain-lain.

Pokoknya rakyat ngiler melihat gaji anggota Dewan. Ketemu teman lama wis ora ngape dikira ngemis. Mbok ya gaji para petinggi ini pakai standar UMP (Upah Minimum Provinsi) yang sudah ditandatangani gubernur. Ben ora ngentek-ngenteki.

Mungkin rakyat kecil sepakat, daripada menaikkan BBM dan listrik serta bahan-bahan pokok lainnya, mbok ya gaji anggota MPR/DPR, presiden, para menteri dan pejabat tinggi dipotong untuk mensubsidi. Aja dumeh isih dadi pejabat terus sak kepenake dewe. Demikian unek-unek saya, semoga menjadi perhatian anggota Dewan yang terhormat.

Parino HW
Jl Imam Bonjol Semarang

***

Kembalikan Uangku

Membaca tulisan di Surat Pembaca 9 Januari lalu, saya sungguh tertarik karena saya juga punya pengalaman sama terhadap oknum jaksa dan atasannya di Kejari Semarang beberapa waktu lalu.

Saya dipertemukan Ibu jaksa dengan atasannya agar adik saya yang terkena kasus pidana diberi penangguhan penahanan dan tetap bisa kuliah. Saya kaget karena tanpa malu, Ibu jaksa dan Pak jaksa atasannya, meminta uang jutaan rupiah.

Saya lebih kaget ketika membaca Suara Merdeka yang menyatakan untuk meminta penangguhan penahanan ternyata hak dan tidak perlu membayar. Saya yang sedang butuh lalu meminta Ibu jaksa mengembalikan uang saya untuk berobat. Tapi dia menolak dan katanya sudah disetorkan ke atasan dan hakim yang akan memeriksa perkara adik saya.

Hj Richamah
Bojongsalaman Semarang

***

Hukum Ditegakkan

Untuk meningkatkan kedaulatan dan ketahanan NKRI maka petingginya harus dapat mengarahkan potensi masyarakat. Pertanyaannya, dengan banyaknya organisasi satgas dan laskar yang militeristik, mengapa tidak dikoordinasi untuk ditingkatkan daya tahannya (hankamrata).

Organisasi ini justru malah diusulkan untuk dibubarkan. Apakah karena TNI/Polri takut tersaingi kemampuannya. Mestinya mereka harus terpanggil untuk lebih meningkatkan kemampuannya lagi. Kebebasan berserikat dijamin konstitusi.

Seharusnya anggota satgas/laskar yang bersalah saja yang ditindak bukan organisasi yang dibubarkan. Hukum ekonomi menyatakan kalau penawaran tenaga kerja yang ingin masuk menjadi TNI/Polri lebih banyak dibanding dengan permintaan, maka seharusnya yang lulus seleksi adalah orang-orang yang tertinggi kualitasnya.

Dengan kualitas TNI/Polri yang ada sekarang apakah tidak ada kesalahan di dalam seleksi penerimaannya. Kalau ada sudahkah yang bersalah dikenai sanksi.

Muhammad Maftuh
Jl Raya Menganti Rt 4/Rw 1 Cilacap 53274

***

Terima Kasih Gubernur Jateng

Tanggal 3 Januari lalu tanpa rencana, kami mendapat kunjungan Bapak Gubernur H Mardiyanto beserta Kepala DLLAJR ke Ponpes Modern Daaru Ulil Albaab Kadungkelor Warureja Tegal.

Beliau melaksanakan shalat Jumat bersama dan menyampaikan pengarahan di depan para santri serta berharap agar senantiasa sabar/lapang dada menghadapi situasi dan kondisi yang tidak menentu ini sekaligus memberi bantuan.

Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuannya. Semoga tetap semangat untuk menyelesaikan sisa tugasnya dengan sukses.

Maknun AR Chozin
Ponpes Daaru UlilAlbaab
Kedungkelor Warureja Tegal


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA