logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 21 Januari 2003 Berita Utama  
Line

Sumanto Pernah Makan Mayat Korban KA

SEL KHUSUS:Sumanto akan diperiksa di RSUD Banyumas. Di RSUD itu, tersangka akan ditempatkan di sel khusus. (Foto: Suara Merdeka/F10-55t)

PURBALINGGA-Untuk mengetahui kondisi kejiwaan Sumanto (30), yang lebih dikenal sebagai manusia kanibal karena makan daging orang, Polres Purbalingga masih menunggu kedatangan tim psikiater dari Polda Jateng. Namun hingga Senin (20/1) petang, tim yang akan memeriksa warga Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon, ini belum datang juga.

Menurut Kasatserse AKP Warokoh, setelah diperiksa rencananya tersangka akan dikirim ke bangsal jiwa RSUD Banyumas. Biasanya tersangka yang menderita kelainan jiwa akan ditempatkan dalam sel khusus selama 12-14 hari. Selama kurang lebih 2 minggu itu, perilaku dan berbagai hal yang berkait dengan kondisi kejiwaannya diamati oleh dokter jiwa.

''Dari pengamatan itu dibikin surat yang berisi hasil pemeriksaan. Namun sekalipun hasil pemeriksaan menyebutkan Sumanto mengidap kelainan jiwa, kami tetap akan memproses secara hukum. Biar pengadilan yang memutuskan, dia gila atau tidak, dihukum atau bebas. Polisi hanya menyajikan data dan fakta yang berhubungan dengan penanganan kasus Sumanto,'' kata Warokoh.

Terungkapnya jati diri sebenarnya dari Sumanto, membuat warga Desa Pelumutan ketakutan. Atas desakan warga, Kades Pelumutan Cipto Yuwono mengirim surat kepada Kapolres AKBP Drs Agus Sofyan Abadi SH. Surat bernomor 140.002/ I/2003 tertanggal 17 Januari 2003 itu menyatakan, menolak kehadiran kembali Sumanto, karena dirasa sangat membahayakan.

Apalagi Sumanto dalam berbagai kesempatan sering mengatakan, akan memakan anak kecil yang disebut-sebut dagingnya sangat gurih. Warga juga meminta, kalau perlu Sumanto jangan dibebaskan. Surat yang juga ditandatangani Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Pelumutan Drs Suranto itu ditembuskan kepada Muspika Kemangkon.

Lima Mayat

Agaknya pendapat yang menyatakan Sumanto kalau ceritanya ditanggap justru akan makin menggebu-gebu, ada benarnya. Pada pemeriksaan Senin (20/1) Sumanto memberikan pengakuan baru, yakni pernah makan mayat korban kecelakaan kereta api di Lampung. Mayat itu dalam keadaan hancur dan tidak bisa dikenali jenis kelaminnya.

''Saya hanya nemu bagian kakinya dan memakan dagingnya,'' ujarnya.

Bila pengakuan itu benar, berarti Sumanto telah menyantap sedikitnya lima mayat. Yakni almarhumah Ny Rinah, dua begal yang dihabisinya di Lampung, mayat seseorang yang digali dari kuburnya di Lampung seperti yang diceritakan kepada mantan temannya di SLTPN 1 Kemangkon, dan satu lagi mayat korban kecelakaan kereta api yang baru diakuinya.

Setelah beberapa hari ditahan di Mapolres, Sumanto kini tidak lagi terlihat sangar. Saat diperiksa Senin siang, dia yang mengenakan baju tahanan warna biru bernomor 20 dan celana pendek warna hitam, bahkan menunjukkan kemampuannya nembang suluk seperti dalang. Sesekali ucapannya membuat orang tertawa.

Ketika dikatakan warga Purbalingga ketakutan sekali saat dirinya diisukan lepas dari sel, secara spontan Sumanto menjawab, ''Ya wong nyatane inyong ora lumrah, sih (Ya karena kenyataannya saya itu tidak lumrah).'' Jawaban itu tak urung membuat yang mendengarnya menjadi tersenyum.

Ayah Sumanto, Nuryadikarta, yang semula hanya dimintai keterangan sebagai saksi, ternyata hingga kini masih tetap di Mapolres. Kapolres mengatakan, pihaknya tidak menahan Nuryadikarta. Keberadaannya di Mapolres, karena kemauan sendiri.

''Dia tidak tidur di sel, karena bukan tahanan. Soal kebutuhan makan ya kami yang sediakan,'' ujar Kapolres. (F10-64t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA