| Olahraga | Minggu, 19 Januari 2003 |
Milan Kejar Juara Putaran IMINGGU malam ini, Kompetisi Liga Seri A Italia memainkan pertandingan terakhir putaran pertama (pekan ke-17). Itu berarti tim yang memimpin klasemen sementara berhak sebagai "juara" putaran pertama. Secara kebetulan, dua tim kota Milan yakni AC Milan dan Inter Milan sama-sama berpeluang karena memiliki nilai sama 36. Jika sama-sama memenangi pertandingan, pasti Milan yang lebih berpeluang karena memiliki selisih gol lebih bagus daripada rivalnya. Milan akan menjamu Piacenza di Stadion San Siro, sedangkan Inter bertandang ke kandang Perugia, Stadion Renato Curi. Dari fakta tersebut, jelas peluang Paolo Maldini dkk lebih besar. Faktor lain yang memungkinkan Milan memenangi pertandingan adalah kekuatan kedua tim yang tidak sepadan. Tim asuhan Carlo Ancelotti itu memiliki pemain berkualitas di atas rata-rata di semua lini. Mereka pemain atau mantan pemain nasional bagi negara asalnya. Sebaliknya, Piacenza hanya pemain medioker. Dengan kondisi itu, prediksi awal tim Rossoneri akan menguasai pertandingan dan tentu menang. Itu prediksi di atas kertas. Kondisi di lapangan tentu bisa berubah sama sekali. Piacenza bisa saja membuat semuanya berantakan. Apalagi di sana ada striker gaek yang masih produktif yakni Dario Hubner. Pemain berusia 36 tahun tersebut terbukti tetap berbahaya bagi pertahanan lawan. Lini belakang Milan yang ditempati pemain tua seperti Maldini (34) dan Costacurta (36) menjadikan Hubner leluasa. Artinya, secara fisik dia tidak banyak tantangan. Hadirnya pemain asal Como De Cesare juga menjadi daya gempur sendiri. Pemain berusia 31 tahun itu bahkan mampu menjebol gawang Parma, pekan lalu. Catatan lain, selama ini Milan sulit menang atas calon lawannya itu, karena tiga kali kemenangan sebelumnya hanya 1-0. Lalu apa yang bisa diandalkan oleh Milan agar benar-benar aman? Tentu Ancelotti harus memainkan pemain-pemain yang benar-benr fit. Sebenarnya bagi pelatih Milan itu, tidak terlalu sulit menentukan pemain terbaiknya karena memiliki level setara. Di belakanng, kuartet Simic, Maldini, Costacurta, dan Kaladze merupakan jaminan aman bagi gawang Dida. Bahkan, Simic dan Kaladze rajin membantu serangan. Seedorf, Pirlo, dan Gattuso merupakan tenaga muda yang menjadi penyeimbang permainan tim. Dengan penyerang lubang Rui Costa, duet Inzaghi-Shevchenko atau Rivaldo akan mendapat umpan-umpan matang. Dengan skema seperti itu, rasanya Milan tidak cukup menang dengan satu gol. Inzaghi yang kini sedang fit, tentu akan lebih gesit mendobrak gawang lawan. AC Milan: 12-Dida; 14-Simic, 19-Costacurta, 3-Maldini, 4-Kaladze; 8-Gattuso, 21-Pirlo, 20-Seedorf; 10-Rui Costa; 7-Shevchenko, 9-Inzaghi. Piacenza: 99-Guardalben; 3-Cardone, 13-Boselli, 24-Mangone; 2-Gurenko, 29-Riccio, 7-Maresca, 8-Di Francesco, 5-Tosto; 27-Hubner, 16-De Cesare. (Darjo Soyat-57e) |