logo SUARA MERDEKA
Line
 Berita Utama Minggu, 19 Januari 2003  
Line

TAMU MINGGU INI

Sulit Percaya Orang

Sophia Latjuba   SM/dok

SETIAP ditanya kapan rekaman lagi, Sophia Latjuba (31) selalu menjawab sedang dalam proses. Tapi prosesnya kok terlalu lama, sampai bertahun-tahun. Artis indo kelahiran Berlin, Jerman, itu malah terlihat lebih banyak menekuni kariernya sebagai bintang iklan dan sinetron.

Ternyata, penyanyi bernama lengkap Sophia Inggriani Latjuba itu merasa sulit percaya kepada orang lain dalam urusan album rekaman. Setelah bercerai dari Indra Lesmana, Sophie nyaris vakum dari dunia rekaman.

Padahal cukup banyak album dihasilkan bareng musikus jazz papan atas itu, antara lain Bulan di Asia (1992), Tiada Kata (1992), Jalan Hidupmu (1993), Tak Kubiarkan (1995), dan Maafkan (1997).

''Sejak tidak kerja bareng Indra, saya merasa kehilangan trust untuk bekerja sama dengan orang lain. Tidak cocok sedikit, saya langsung batalkan tawaran yang disodorkan,'' ujar Sophie sebelum konser bersama Chrisye di Semarang, Sabtu (18/1).

Dulu setiap ada gagasan lagu, dia selalu menuangkannya dalam notasi dan Indra Lesmana langsung menggarap bagian kordnya sehingga menjadi sebuah komposisi yang indah. Sophie selalu merasa pas dengan aransemen-aransemen yang ditawarkan Indra.

Setelah mereka berpisah, Sophie sulit menerima tawaran lagu dari siapa pun selama bertahun-tahun. Namun ''kekakuannya'' itu mencair begitu Erwin Gutawa dan Chrisye mengajak dia menggarap album Dekade. Dia dipercaya berduet bersama Chrisye dalam lagu ''Kangen'' dan ''Anggrek Bulan''.

Ternyata sejak kecil nama Chrisye mempunyai tempat tersendiri di hati Sophie. Buktinya, ketika masih di Jerman dia selalu minta dikirimi album milik Indra Lesmana dan Chrisye. Dia mengaku sudah lama menjadi pengagum berat kedua musikus papan atas tersebut.

Begitu menetap di Indonesia pada usia 18 tahun, dia mencoba terjun ke dunia tarik suara di samping modeling. Bakat musiknya dikembangkan sejak kecil sewaktu di Jerman, antara lain melalui koor di gereja serta les piano dan flute. Album pertama yang dirilis bertajuk Lihat Saja Nanti (1988) disusul Senyum yang Hilang (1991).

Menurut ibu Eva Celia Lesmana (10) itu, tawaran Erwin dan Chrisye tidak ditolak karena dia percaya apa pun yang dikerjakan mereka berdua pasti hasilnya akan memuaskan.

Sophie dinilai Chrisye memiliki timbre vokal yang unik dan khas sehingga diajak berduet dalam Dekade.

Namun untuk merilis album sendiri, penyanyi bersuara alto itu belum mempunyai rencana yang jelas. Dia malah menceritakan rencana syuting sinetron baru Maret mendatang. (Asep BS-37c)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA