SUARA MERDEKA

Line
 INDEKS BERITA HARI INI Jumat, 17 Januari 2003 
Line


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin

SEMARANG

Tidak Perlu Median Jl di Pandanaran
  • Berkali-kali Tertabrak Kendaraan

SEMARANG- Fungsi median jalan di Jl Pandanaran masih dipertanyakan. Sejak pembatas jalan tersebut dibangun justru berkali-kali tertabrak oleh pengendara kendaraan bermotor, terutama malam hari.

pembatas Pemilik Kios Dirampok

SEMARANG BARAT-Perampok datang lagi. Kali ini yang menjadi sasaran Ny Sutiyem (70), pemilik kios di Jalan Anjasmoro, tepatnya di dekat kompleks PRPP. Sebelum membawa kabur uang Rp 150.000 dan beberapa bungkus rokok, pelaku menganiaya serta mencekik leher wanita yang tinggal di perumahan Semarang Indah A.10/8 itu.

pembatas
Tiga Pembobol Gudang Diringkus

GENUK- Tiga dari lima pembobol gudang PT Harison tertangkap saat beraksi Rabu malam lalu (15/1). Dari tangan mereka Polsek Genuk menyita sejumlah peralatan untuk mencuri, termasuk sebuah Daihatsu Zebra sewaan AB-7702-HA yang digunakan untuk mendukung aksi itu.

pembatas Ancaman Mengintip di Balik Bangunan SD (2)
Sulitnya SD Pinggiran Menggali Swadaya

Memang tidak semua gedung SD dan MI rusak parah. Sebagian bisa digunakan dan hanya membutuhkan perbaikan kecil. Sebuah contoh adalah gedung MI Nurul Ulum, Kelurahan Rejomulyo Semarang Timur. Gedung SD itu dari luar memang masih tampak bagus. Namun jika melihat ke dalam, akan terlihat pemandangan memprihatinkan.

pembatas
Anak Jalanan Langsung Dirazia
  • Setelah Rapat Koordinasi

SEMARANG - Sehari setelah menggelar rapat koordinasi penertiban anak jalanan, Satpol PP Kota bersama Poltabes langsung melakukan razia.

Hasilnya, 21 orang yang tergolong pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT) berhasil dijaring. Mereka selanjutnya dibawa ke Panti Margo Widodo, Tugu.

pembatas Butuh Ruang bagi ''Lalat Pengganggu''

BARANGKALI klise. Tapi hampir selalu ada alasan yang sama dari anak-anak jalanan, kenapa mereka menjadi anak jalanan. Ya, hampir selalu sama; ekonomi, perselisihan dengan orangtua, broken home... Nasib pada akhirnya mengenalkan mereka pada kehidupan yang keras dan brutal.

pembatas
Mereka Perlu Bimbingan secara Terus Menerus

SEMARANG-Pakar psikologi Undip Dra Frieda NRH MS menilai, upaya penertiban anak jalanan harus dilakukan dengan bimbingan secara menyeluruh dan terus menerus. Sebab persoalan yang dihadapi mereka cukup kompleks, bukan sekadar masalah kesulitan ekonomi.

pembatas Tukang Becak Nyaris Dimassa

SEMARANG UTARA - Agung Widodo (40) tukang becak warga Panggung Kidul, Brotojoyo, Rabu (15/1) malam nyaris dihajar massa karena ketahuan memaksa berbuat tak senonoh terhadap anak kandungnya sendiri, Yn (12). Namun warga urung menganiaya pria itu lantaran dicegah beberapa tokoh masyarakat setempat.

pembatas
Sembilan Gedung SD Rusak

KENDAL- Selain bangunan gedung SD Negeri 2 Harjodowo, masih terdapat delapan bangunan gedung SD lain di Kecamatan Sukorejo, Kendal, yang rusak. Secara keseluruhan, di wilayah itu ada 37 gedung SD. Empat gedung SD mengalami rusak berat dan bangunannya rawan roboh, yaitu SDN 2 Bringinsari, SDN 2 Purwosari, SDN 1 Kalipakis, dan SDN Tamping Winarno.

pembatas Mahasiswa Datang Anggota DPRD Menghilang

SALATIGA - Dua puluh tujuh mahasiswa UKSW Salatiga, Kamis (16/1) berdemonstrasi menentang kenaikan harga BBM, TDL, telepon serta tarif baru PDAM Salatiga. Di Kantor PDAM Jalan Letjen Sukowati, seorang mahasiswa menurunkan bendera Merah Putih sekitar satu meter dari puncaknya.

pembatas
BBM Tak Turun, ke Jalan Lagi

GROBOGAN - Forum Masyarakat Kota (FMK), IPNU, IPPNU, PMII, dan pelajar di kalangan pondok pesantren di Purwodadi, Grobogan, rencananya turun ke jalan lagi. Itu mereka lakukan karena pemerintah tak berniat menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL).

pembatas Telepon Pemkab Rp 300 Juta/Bulan

UNGARAN - Bupati H Bambang Guritno mengeluhkan tentang penggunaan fasilitas telepon di jajarannya yang tidak efisien. Rekening setiap bulan tak kurang dari Rp 300 juta. Dia menengarai banyak pembicaraan bukan untuk kepentingan dinas yang mengunakan fasilitas Pemkab itu.

pembatas
Pamong Desa Butuh Tunjangan

DEMAK -Tingkat ekonomi pamong desa di Kabupaten Demak banyak yang memprihatinkan. Untuk itu mereka membutuhkan tambahan penghasilan guna mencukupi kebutuhan keluarganya.


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA