logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 17 Januari 2003 Olahraga  
Line

Didi Taufiq Pulang ke Rahmatullah

PUBLIC Relations dan Manajer Sport Apac Inti Ir H Didi Taufiq Hadiwidjaja bin Abdullah (49) kini telah tiada. Pada pukul 03.00 WIB dini hari kemarin, dia pulang ke rahmatullah.

Kepergiannya mengejutkan semua orang. Tidak hanya kedua anaknya, Nadya Taufiq (21) dan Nadir Taufiq (18) yang merasa kehilangan. Semua pecinta dan atlet sepakbola dan voli beserta para pengurus, pembina olahraga di Semarang dan Jawa Tengah, juga kehilangan.

"Tidak ada yang tidak pernah selesai jika dia menangani kegiatan. Dia tidak mau istirahat sebelum menyampaikan laporan pertanggungjawaban," kata Manajer Keuangan Apac Inti Corpora (AIC) H Anas Bahfen kepada Suara Merdeka di sela-sela takziah, kemarin.

Almarhum menduda sejak istrinya, Sofiah, meninggal dunia pada 1995. Seorang diri, dia menjadi bapak sekaligus ibu bagi dua anaknya. Kini putrinya di perguruan tinggi dan anak keduanya di SMU.

Keberhasilannya membawa nama perusahaan tekstil Apac Inti Corpora (AIC) lewat sepakbola dan bola voli mendapat acungan jempol kalangan masyarakat olahraga. Karena itu, kepergiaannya yang mendadak cukup mengejutkan.

Pria kelahiran Semarang 25 Desember 1954 itu baru saja disibukkan dengan tanggungjawabnya sebagai tuan rumah, babak final Divisi II, di Solo.

Sayang, timnya gagal promosi ke Divisi I setelah pada pertandingan terakhir, Selasa (14/1) lalu, dikalahkan Persikad Depok 0-1.

Tetap Tabah

Selepas kegagalan timnya promosi ke Divisi I, dia bahkan dengan tabah menghibur pemain dan pelatih.

"Pak Taufiq justru menghibur saya agar tidak kecewa. Dia katakan, hari esok masih panjang untuk menebus kegagalan. Karena itu, saya sangat terkejut ketika mendengar beliau telah tiada," ungkap pelatih Apacinti Nursahid.

Almarhun yang berwajah tampan, pernah ikut main sinetron Wajah Perempuan. Putranya, Nadir, menuturkan, pada malam hari sebelum meninggal almarhum masih mengajak makan bersama di Simpanglima.

"Baru pada sekitar pukul 02.00 WIB, Abah merasakan dadanya sakit. Namun, ketika mau dibawa ke rumah sakit menolak, hingga akhirnya...," ungkapnya. (Priyonggo-57e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA