logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 17 Januari 2003 Berita Utama  
Line

Dua Gol Dianulir, PSIS Gagal Menang

Khusnul Yaqien - SM/dok

BANJARMASIN - Target pelatih kepala PSIS Daniel Roekito mencuri satu angka di Banjarmasin, akhirnya tercapai. Pada pertandingan kemarin, timnya mampu menahan imbang tuan rumah Barito Putra 0-0. Eko Purjianto dkk bahkan semestinya unggul jika dua gol yang mereka ciptakan pada babak pertama dan akhir babak kedua, tidak dianulir oleh wasit Suwartono.

Meskipun sangat dirugikan wasit, laskar Mahesa Jenar tidak melakukan protes keras. Mereka hanya sekali memprotes hakim garis yang dinilai sengaja "membiarkan" striker tuan rumah Barito Putra, Yao Elloy, nyaris mencetak gol. Padahal, terlihat sangat jelas pemain keling asal Prancis yang pernah bergabung denga klub Le Havre itu offside.

Sejumlah penonton di tribune VIP serta di tribune barat pun ikut berteriak meminta wasit sportif, karena mereka juga menilai peluang Elloy itu terjadi setelah lebih dulu offside.

Eko Purjianto dan kawan-kawan yang turun dengan formasi 3-5-2 dengan komposisi duet Khusnul Yaqien-Indriyanto Nugroho di lini depan, serta Bambang Harsoyo-Agung Setyabudi-Luluk Apriyanto-Julio Lopez-M Irfan/Trimur Vedhayanto di sektor tengah dan trio Bonggo Pribadi-Eko Purjianto-Andi Setyono di blok pertahanan, tampil penuh percaya diri.

Mereka bermain cukup tenang, kendati beberapa kali mendapat tekanan berbahaya dari Najih Mahmudi dkk.

PSIS nyaris membuat gol ketika pertandingan baru berjalan sembilan menit. Bermula dari pelanggaran yang dilakukan oleh Eggy Nirwan terhadap Khusnul Yaqien di sekitar enam meter luar kotak penalti, Julio Lopez yang dipercaya melakukan eksekusi tendangan bebas melepaskan tendangan keras. Sayang, tendangan kerasnya yang tak terjangkau kiper M Anwar membentur mistar gawang.

Peluang kedua dimiliki Indriyanto Nugroho yang memainkan umpan-umpan pendek mendatar dengan Julio Lopez dan Khusnul Yaqien. Sebuah umpan datar Lopez yang dipapaki oleh Indriyanto mampu diblok kiper. Selain itu, sebuah heading kerasnya juga mampu ditepis oleh kiper tuan rumah yang kemarin tampil konsisten tersebut.

Gol PSIS Dianulir

Namun, kubu tuan rumah bukannya tak punya peluang. Mereka juga memiliki banyak kesempatan membuat gol, tapi semuanya mentah. Salah satunya berkat penampilan gemilang kiper I Komang Putra Adnyana yang berkali-kali secara tepat menyelamatkan gawangnya dari ancaman lawan.

Pada akhir babak pertama, striker Barito Putra asal Prancis, Yao Elloy, nyaris membobol gawang Komang. Pemain keling ini melepas tembakan keras setelah lolos dari kawalan trio bek PSIS, Bonggo Pribadi-Eko Purjianto, dan Andi Setyono. Namun, peluang itu sebenarnya offside. Para penonton yang notabene pendukung tuan rumah pun berteriak-teriak menyatakan Elloy offside. Tapi wasit menyatakan sebaliknya.

Elloy juga nyaris mencetak gol pada pertengahan babak pertama, ketika dia tinggal berhadapan dengan kiper. Namun tendangan keras yang dia lakukan setelah menerima umpan silang mendatar dari Ilham Hassan, mampu ditangkap Komang dengan sempurna. Komang juga menyelamatkan gawangnya dari cecaran Ilham Hassan menit ke-35 lewat sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti. Penampilan Komang inilah yang dinilai menjadi salah satu faktor penting sukses PSIS mencuri satu angka.

Peluang sempurna PSIS dimiliki Khusnul ketika pada menit ke-57 dia menceploskan bola ke gawang M Anwar. Namun, hakim garis yang berada di sisi kiri gawang Barito Putra menyatakan Khusnul off side, sehingga gol tersebut dianulir. Meski begitu, tak ada satu pun dari pemain PSIS yang protes.

PSIS kembali nyaris membuat gol ketika German Osorio - yang turun di babak kedua menggantikan Indriyanto Nugroho-menerima umpan lambung dari Julio Lopez. Bola lambung itu dikontrolnya dengan dada, dan sebelum jatuh ke tanah langsung disonteknya sehingga bola menerobos gawang Anwar. Tapi hanya sepersekian detik sebelum bola Osorio menembus gawang, wasit Suwartono telah terlebih dulu meniup peluit tanda pelanggaran.

Keberpihakan wasit ini bisa jelas dibaca, karena ketika Lopez jatuh dan dia berada di dekatnya, wasit tidak meniup peluit. Baru setelah bola di kaki Osorio dan sudah disontek pelan, Suwartono baru membunyikan peluitnya menilai Lopez dilanggar.

Pada akhir babak kedua, Roekito yang semula memainkan formasi 3-5-2, menarik keluar Khusnul dengan memasukkan Nurul Huda. Praktis, skema mereka pun berubah menjadi 3-6-1. Setelah mengubah strategi pertandingan tersebut, gawang Komang relatif "aman" dari cecaran lawan.

Kartu kuning: Bonggo Pribadi, Bambang Harsoyo, Luluk Apriyanto (PSIS) dan Ilham Romadhona, Ilham Hassan (Barito Putra).

PSIS: I Komang Putra Adnyana; Eko Purjianto, Bonggo Pribadi, Andi Setyono; Bambang Harsoyo, Julio Lopez, M Irfan/Trimur Vedhayanto, Luluk Apriyanto, Agung Setyabudi; Khusnul Yaqien/Nurul Huda, Indriyanto Nugroho/German Osorio. Barito Putra: M Anwar; Novianto/Sofyan Morhan/Tommy S, Ilham Romadhona, Najih Mahmudi, Eggy Nirwan; Ronny Prowanda, M Nasrin/Deden Hermawan, Nicolas Djone, Bona Simanjutak; Ilham Hasan, Yao Elloy (F3-57t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA