
| Jumat, 17 Januari 2003 | Berita Utama |
Tiba di Bali, Langsung ke Legian
DENPASAR - Tidak mau kehilangan banyak waktu, polisi langsung mengadakan interogasi lapangan, begitu Ali Imron tiba di Denpasar. Semalam, pukul 20.30 WITa, Ali Imron dkk mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Dari bandara Ali Imron langsung dibawa polisi ke Jl Legian Kuta, untuk interogasi di lapangan. Selain Imron, yang dibawa ke lokasi pengeboman juga Mubarok. Menurut Brigjen Pol Zaenuri Lubis, Juru Bicara Tim Investigasi Bom Bali, langkah tersebut sengaja dilakukan diam-diam untuk menghindari segala risiko. Selain itu, menurut Zaenuri, Ali Imron sengaja diinterogasi di lapangan, karena dengan cara itu memorinya cepat pulih. "Dengan demikian, dia tidak akan mengelak, dan pengakuannya langsung kita catat," tuturnya. Ali Imron dan 14 kawannya diterbangkan dari Bandara Sepinggang Balikpapan pada pukul 18.45 WITa dengan pesawat Merpati carteran, MGK-MZ 600. Selain Ali Imron, 14 tersangka akan langsung dibawa ke Mapolda untuk menjalani tes kesehatan. Mereka akan dimasukkan di beberapa sel yang sudah disiapkan. Ali Imron dimasukkan ke sel tahanan Mapolda Bali, bersama dengan Imam Samudera dan 2 saudaranya, Amrozi dan Mukhlas. Para tersangka yang tiba di Mapolda itu berjumlah 13 orang dari 15 yang diterbangkan dari Balikpapan. Ternyata tak hanya Ali Imron yang dibawa ke tempat kejadian di Jalan Legian, Kuta, tapi juga tersangka bernama Mubarok. Ke-13 tersangka itu diangkut dengan kendaraan rantis nopol 15-18 XI dan 15-20 XI. Mereka memakai kaus putih dengan celana yang berbeda-beda. Pengawalan terhadap mereka juga tidak seseram para tersangka sebelumnya, karena kali ini para pengawal tidak memakai penutup muka. Bahkan, tidak semua tersangka diborgol. Meski wartawan bisa mengikuti dari dekat proses kedatangan mereka di Mapolda Bali, namun tak bisa mendapatkan identitas masing-masing tersangka yang keluar dari dua mobil rantis tersebut. Sementara itu, Wakil Ketua Tim Investigasi Bom Bali Brigjen Edy Karnadi menjelaskan, tersangka yang sudah tiba di Mapolda Bali berjumlah 13 orang. Ditanya soal tahanan mana saja yang digunakan untuk menampung 15 tersangka bom Bali dari Balikpapan tersebut, Edy tidak menjelaskan secara terperinci. "Pokoknya kita sudah siapkan," jelasnya. Namun, menurut sumber, hanya Ali Imron yang akan ditahan di Mapolda Bali, sedangkan yang lain disebar di luar Mapolda (dtc-16t) |