
| Jumat, 17 Januari 2003 | Berita Utama |
Komitmen CGI Hanya 2,8 Miliar Dolar ASJAKARTA-Menjelang digelar pertemuan Consultative Group on Indonesia (CGI) di Bali 21-22 Januari, muncul pendapat berbagai pihak, termasuk dari Menko Perekonomian dan Bank Dunia. Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti mengatakan, akan ada tiga sidang khusus bilateral yang akan diadakan dalam pertemuan CGI. Ketiga sidang khusus bilateral itu menyangkut bantuan perdamaian di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), pemulihan peekonomian pascapeledakan bom di Bali, dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana. Menurut Djatun (panggilan Dorodjatun), dalam sidang CGI itu juga akan disampaikan bahwa untuk memperkecil defisit anggaran tahun 2003, Pemerintah Indonesia meningkatkan stimulus ekonomi hingga lebih dari Rp 10 triliun. Hal ini mengingat defisit anggaran yang makin besar, sehingga rasio terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) meningkat dari 1,2 persen menjadi 1,8 persen. Sementara itu, Country Director Bank Dunia Andrew Steer saat jumpa pers di Kantor Bank Dunia, Gedung BEJ, Jakarta, Kamis berpendapat, kemungkinan besar komitmen anggota CGI untuk memberikan pinjaman bagi Indonesia berkisar antara 2,4-2,8 miliar dolar AS. Angka ini lebih rendah sekitar 0,7 miliar dolar AS dibandingkan dengan komitmen pada tahun 2002. ''Angka komitmen yang akan diberikan CGI lebih rendah dari tahun lalu, karena memang permintaan Pemerintah Indonesia saat ini paling rendah sejak masa krisis. Ini berita yang baik,'' kata Steer, seraya menambahkan, turunnya permintaan pemerintah itu menunjukkan kebutuhan pemerintah saat ini mulai turun akibat stabilitas makroekonomi. Dengan kebutuhan yang turun itu, kata Steer, menyebabkan financing yang dibutuhkan Pemerintah RI dari forum CGI juga menjadi turun. Menurut dia, secara makroekonomi pada tahun 2002 Indonesia cukup berhasil. Seperti defisit yang lebih rendah dan rupiah menguat. Sementara itu, puluhan aktivis mahasiswa Kamis menggelar unjuk rasa di pelataran Gedung Bursa Efek Jakarta. Mereka yang tergabung dalam Sarekat Mahasiswa Jakarta itu menuntut pembubaran CGI. Alasannya, hubungan dengan lembaga-lembaga internasional seperti CGI ini menyebabkan Indonesia terus- menerus berutang. Akibat semua itu, kebijakan pemerintah tidak lagi berpihak pada rakyat, tetapi pada kepentingan internasional. (tri-64t) |