
| Jumat, 17 Januari 2003 | Ekonomi |
Pengusaha Berharap Iklim Tetap KondusifSEMARANG-Para pengusaha di Jateng yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengharapkan legislatif di provinsi ini mendukung upaya menjaga iklim kondusif yang selama ini cukup terjaga, sehingga kegiatan usaha para pelaku ekonomi bisa terus berjalan. Demikian masalah yang terungkap dalam pertemuan antara asosiasi pengusaha serta pengurus Kadin Jateng dan para pemimpin DPRD Jateng, antara lain Ketua Mardijo serta Wakil Ketua HA Thoyfoer dan H Moh Hasbi. Dari pengusaha hadir Ketua Umum Kadinda Jateng Soendoro, Ketua Bidang Pendidikan Hertoto Basuki, Ketua Kompartemen Luar Negeri H Solichedi, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Jateng H Imam Syafi'i, Ketua DPD PPGI Jateng Kukrit Suryo Wicaksono MBA, Ketua DPD REI Djoko Slamet Utomo, Sekretaris Himpunan Kawasan Industri (HKI) Didik Soekmono, serta Ketua Asmindo Yakub Firdaus. Pertemuan dengan legislatif itu menjadi ajang "curhat" para pengusaha terkait dengan berbagai persoalan yang kini dirasa makin berat. Terutama disebabkan oleh kebijakan pemerintah menaikkan tarif listrik dan harga BBM per Januari. "Kami tetap ingin kegiatan usaha dan investasi terus berkembang, sebab menyangkut ribuan tenaga kerja. Salah satu hal penting yang dibutuhkan adalah situasi kondusif," jelas Soendoro. Dia mengatakan, setelah pemerintah mengumumkan kenaikan tarif dan harga, meski kemudian tarif telepon ditunda, akan sangat memengaruhi kondisi perusahaan. Keadaan itu juga dikhawatirkan berpengaruh terhadap minat investor untuk masuk ke daerah ini. "Memang, pada bulan ini belum terasa, tetapi dalam dua atau tiga bulan mendatang dampaknya baru kelihatan,"jelasnya. Soendoro juga menyampaikan beberapa pandangan, termasuk visi dan misi Kadinda Jateng dalam upaya turut menciptakan iklim kondusif bagi industri dan perdagangan. Menurut dia, tiga pilar perekonomian Jateng yang dicanangkan oleh Gubernur Mardiyanto, yakni Trade, Tourism, and Investment telah disambut oleh dunia usaha melalui serangkaian promosi dan kerja sama bisnis dengan pihak asing. "Kini telah menunjukkan berbagai hasil yang memuaskan, misalnya investor yang masuk dan memahami kondisi iklim investasi Jateng, serta ekspor beberapa komoditas unggulan ke luar negeri," tuturnya. Kadinda merekomendasikan pula beberapa saran, antara lain perlu dilakukan pemangkasan terhadap APBD dan APBN, terutama menyangkut anggaran belanja yang tidak begitu mendasar. Di samping itu, untuk mengaktifkan investor luar negeri perlu diciptakan iklim kondusif sebagaimana telah dilakukan oleh beberapa negara tetangga, misalnya Malaysia dan Vietnam. "Kedua negara itu berlomba memberi kemudahan izin usaha, pajak, serta keamanan yang menciptakan kenyamanan bagi iklim investasi," jelasnya. Ketua DPRD Jateng Mardijo mengatakan, akan menyampaikan keinginan pengusaha kepada eksekutif serta pihak lain yang terkait dengan dunia usaha dan investasi. "Karena itu, komunikasi untuk saling memahami dalam membangun kerangka kebijakan untuk mencapai idealisme dalam memajukan daerah sangat diperlukan pada era sekarang," jelas dia. Tugas Dewan, lanjutnya, adalah memfasilitasi berbagai kepentingan masyarakat, termasuk pengusaha, agar aspirasinya sampai ke pemerintah. (G2-53t) |