
| Jumat, 17 Januari 2003 | Ekonomi |
Harga Beras, Gula, dan Terigu NaikSEMARANG-Harga gula, beras, dan tepung terigu di sejumlah pasar tradisional merayap naik. Penyebabnya, ongkos transportasi naik akibat harga BBM juga naik. Pedagang terpaksa menaikkan harga jual karena saat kulakan dikenai harga baru. Di Pasar Bulu, misalnya, harga gula pasir yang semula Rp 3.800 naik menjadi Rp 4.000/kg, tepung terigu dari Rp 2.500 menjadi Rp 2.600/kg, minyak goreng curah kualitas semula Rp 5.800 kini Rp 6.000/kg, dan dan kualitas II dari Rp 4.800 menjadi Rp 5.000/kg. Di sisi lain, harga telur ayam ras justru turun dari Rp 7.000-Rp 8.000/kg menjadi Rp 6.000-Rp 6.500/kg. Penurunan itu, menurut para pedagang, terjadi karena pasokannya saat ini cukup melimpah. Di pusat perdagangan beras Pasar Dargo harga beras melambung. Beras kualitas baik, misalnya umbuk poles dan menthik wangi, kemarin dipatok di atas Rp 3.000/kg. Secara umum kenaikan harga beras rata-rata Rp 200-Rp 300/kg. Di pasar itu juga ditemukan banyak pemilik kios dan toko-toko memanfaatkan kenaikan harga BBM dan musim paceklik untuk menyimpan stok beras. Mereka beranggapan pada situasi seperti sekarang mencari pasokan sulit. Di daerah sentra padi belum panen sehingga harga beras cenderung naik. "Meski pasar agak lesu, kami tidak mungkin menurunkan harga. Soalnya, sekarang mencari barang susah bukan main. Apalagi cuaca mendung sehingga petani sulit menjemur gabah," kata salah seorang pedagang beras di Pasar Dargo, kemarin. Sementara itu di pasar tradisional lainnya, yakni Johar, Jatingaleh, dan Karangayu, kegiatan transaksi tidak seramai sebelumnya. Sebagian pedagang kebutuhan pokok pun mengeluh. Mereka sangat merasakan dampak kenaikan harga BBM. "Dulu kami berjualan bisa sampai pukul 18.00. Tapi sekarang pasar benar-benar sepi. Pukul 14.00 kami sudah tutup," kata Mintari, salah seorang pedagang di Pasar Karangayu. Namun mereka tetap setia menunggui dagangannya. Keadaan memang sepi. Kalau pun ada pembeli hanya pelanggan yang kebanyakan bakul. Sebagian konsumen rumah tangga enggan pergi ke pasar karena di kampung sudah banyak bakul keliling. (F2-53) Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Semarang (Rp/Kg)
|