
| Jumat, 17 Januari 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Jembatan Kali Babakan Diterjang Banjir
BREBES - Sebuah jembatan di atas Kali Babakan, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Rabu (15/1) sekitar pukul 23.00 ambrol terbawa banjir. Jembatan berkonstruksi besi itu bergeser 5 m dan roboh ke utara, sehingga lalu lintas putus. Jembatan itu semula bekas rel lori PG Tersana Baru. Karena tak dipergunakan, warga sekitar memasang lempengan kayu untuk lalu lintas roda dua dan becak. Setelah jembatan itu hanyut, transportasi antara Desa Ketanggungan dan Desa Padakaton terputus. Warga harus memutar 1 km ke Jalan Raya Ketanggungan. Akibat lain dari robohnya jembatan, arus air Sungai Babakan menjadi tak lancar. Dedaunan, ranting, dan kayu tertahan di jembatan, sehingga air meluap dan membobol tanggul. Tanggul yang ambrol 25 m di sebelah selatan jembatan di Desa Ketanggungan. Di utara jembatan tanggul kritis di Desa Padakaton juga ambrol 50 m. Kedua tanggul itu ambrol sekitar pukul 24.00 ketika warga tidur lelap. Bunyi kentongan tanda bahaya banjir dibunyikan sehingga warga spontan menyelamatkan harta benda. Air dari tanggul Desa Ketanggungan melimpas ke Desa Karangmalang dan Desa Ketanggungan. Paling sedikit 500 rumah di Desa Ketanggungan terendam air. Ketinggian air rata-rata sekitar 1 m. Di Desa Padakaton, air juga menggenangi sekitar 400 rumah dengan ketinggian 1 m. Suara Berkeretak Sebelum jembatan roboh, warga mendengar suara berkeretak dari arah sungai. Sekitar pukul 23.00 warga berbondong-bondong mendekat ke jembatan dan jembatan yang dibangun zaman Belanda itu sudah bergeser 5 m. Fondasi barat tinggal bekas, sedangkan badan jembatan dengan belandar di kiri-kanan sudah miring dan sebagian terendam air. Camat Ketanggungan Drs Rais Khana mengatakan, banjir di tiga desa itu berlangsung cepat, dari pukul 24.00 sampai 04.00. ''Banjir kali ini merupakan banjir kali kesekian. Sebelumnya Desa Padakaton dan Ketanggungan sering dilanda banjir.'' Pada malam itu Rais, yang pernah menjabat kepala bagian hubungan masyarakat, sudah memprediksikan bakal terjadi banjir. Hal itu diperoleh dari Bendung Cisadap, yang melaporkan angka ketinggian di atas ambang batas. Biasanya jika posisi angka tinggi, tiga jam kemudian air melewati wilayah utara. ''Yang tidak terduga justru banjir itu merusak jembatan vital untuk lalu lintas penduduk.'' Rais menuturkan sudah melaporkan kerusakan itu secara tertulis ke PG Tersana Baru, karena jembatan itu aset pabrik gula. Agar badan jembatan yang miring itu tak mengganggu, dia meminta izin dari PG Tersana Baru untuk membongkar. Kemarin siang Kepala Subdinas Pengairan DPUK Ir Eko Pawito meninjau ke lokasi. Bersama Camat Ketanggungan, Eko akan mengupayakan pembongkaran jembatan secepatnya agar tak mengganggu arus air. ''Kemungkinan jembatan itu dibongkar dan akan dimanfaatkan kembali untuk lalu lintas perekonomian warga sekitar.'' Untuk membantu korban banjir khususnya yang rumahnya terendam, rusak, atau roboh, dia kemarin menerima bantuan 5 kuintal beras dan 1.000 karung dari Kantor Sosial. Karung akan dipergunakan untuk mengatasi tanggul rusak. Dalam banjir bandang itu, kata Rais, paling sedikit 13 rumah warga Desa Padakaton rusak dan satu roboh. Untuk memperbaiki rumah yang roboh, Camat Ketanggungan akan meminta bantuan dari Kantor Sosial. (wh-20g) |