logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 17 Januari 2003 Budaya  
Line

Yani Libels Mencicipi Dangdut

SIAPA nyana, kalau salah satu personel Trio Libels akan beralih ke musik dangdut. Tapi, itulah dinamika keartisan di Tanah Air. Meski bertahun-tahun konsisten di jalur pop, toh akhirnya Yani Airlangga hanyut oleh arus dangdut. Dalam aktivitas musiknya, ia mencoba mencicipi rasa dangdut.

Pemuda kelahiran Surabaya itu berterus terang, bahwa cengkok dangdutnya belum sefasih penyanyi dangdut lainnya. Tapi paling tidak, niat menyemarakkan "jalur goyang" itu sudah dibuktikan dengan merekam delapan lagu dangdut pada album terbarunya, Mbakyu.

Dalam rekaman di studio Nassa Music Indonesia-nya (NMI) Malang milik Yusuf Nassa itu, Yani merilis lagu-lagunya diiringi musik yang digarap rekan-rekannya dari Jakarta dan Surabaya, termasuk aranser beken Yuril Ayunir.

Delapan lagu dangdut yang dinyanyikan Yani adalah "Kasmaran", "Mbakyu", "Maaf", "Bunga Cinta", "Pikir-Pikir Dulu", "Kembalilah", "Tiada Restu" dan "Jangan-jangan". Bagi Yani, di anatara lagu-lagu tersebut "Mbakyu" paling progresif. Sebab, di dalamnya ada sentilan-sentilan nakalnya, dengan iringan musik yang mengarah kesenian reog Ponorogo.

Meskipun demikian, jalur ke pop tetap ditekuni. karena itulah, ia masih akan tetap aktif menciptakan lagu-lagu pop untuk penyanyi lain. (Jo-41)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA