logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 11 Januari 2003 Semarang & sekitarnya  
Line

Polisi Ubek-ubek Sunan Kuning

  • Kejar Perampok di Jalan Batan Selatan

SEMARANG- Aparat Poltabes, Jumat (10/1), masih bekerja keras mengungkap kasus perampokan di dealer New Motor milik Indra Setyawan di Jalan Batan Selatan Nomor 10, Semarang Tengah. Dalam pengejaran itu belasan polisi yang terbagi dalam beberapa tim disebar ke sejumlah tempat yang diduga menjadi tempat persembunyian perampok.

Dua di antara sejumlah tempat di Kota Semarang yang diubek-ubek polisi adalah lokalisasi Sunan Kuning dan kawasan Jalan Tikung Baru (Barutikung), Semarang Utara. Kedua tempat itu kerap dijadikan persembunyian penjahat. Sayang, sejauh ini polisi yang berintikan Unit Jatanras Poltabes belum menemukan para perampok.

Upaya pengungkapan tak hanya dilakukan di dalam kota. Kapoltabes Komisaris Besar Polisi Noer Ali memerintah sejumlah anggota Unit Resmob bergerak ke luar Semarang. Wilayah yang diincar adalah Magelang dan sekitarnya. Pengejaran masih berlangsung dan belum ada kabar penangkapan tersangka.

Meski belum membuahkan hasil, polisi telah mengidentifikasi dua di antara empat perampok. Salah satu adalah pria yang membawa pistol dan menembak kaki kanan Sunanto alias Neno (31), karyawan Santoso Motor.

Ciri pria berpistol itu berperawakan agak gemuk, berambut pendek, dan muka berjerawat. Satu lagi adalah perampok yang bersenjata parang, bertubuh tegap dan berambut cepak. Sketsa wajah kedua tersangka dibuat berdasar keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Kasatserse Komisaris Jafriedi mengungkapkan, polisi masih menyelidiki dugaan keterlibatan keempat perampok dalam tiga perampokan sebelumnya pada awal bulan ini. Yakni, di Jalan Indraprasta (Sabtu 4/1), Jalan Seroja Timur, dan Jalan Papandayan (Minggu 5/1).

Dia memastikan komplotan yang beraksi di Jalan Batan Selatan bukan jaringan perampok kelompok Solo Satu, yang tiga anggotanya ditangkap akhir Desember lalu oleh aparat resintel Polsek Semarang Utara. Tiga perampok itu adalah Ngadiyono alias Thole, Tatang, dan Heru alias Kepu. Dua pertama ditembak mati.

''Kelompok yang beraksi di Jalan Batan Selatan ini lebih lokal, berbeda dari kelompok Thole yang beraksi lintas kota, termasuk di Jakarta,'' ujar Jafriedi.

Mengenai selongsong peluru Cis kaliber 22 yang dimuntahkan pistol milik perampok, Jafriedi menyatakan bukan termasuk senjata standar TNI atau Polri. Pistol dan peluru itu diduga dibeli perampok di pasar gelap.

Kamis (9/1) sekitar pukul 13.00 empat perampok menyatroni dealer mobil New Motor milik Indra Setyawan, Jalan Batan Selatan Nomor 10, Semarang Tengah. Meski gagal merampas uang dan barang berharga lain, salah seorang perampok menembak kaki kanan Sunanto alias Neno (31), karyawan Santoso Motor yang mengantarkan majikannya, Susi, ke rumah Indra.

Sampai petang kemarin korban masih dirawat di RS Telogorejo. Namun pihak rumah sakit tidak mengizinkan dia dijenguk. Keluarga yang belum dikenal pun dilarang masuk. Hanya keluarga dekat serta polisi yang bisa keluar-masuk kamar korban di ruang A-3.

Perawat menuturkan korban sudah membaik. Tidak seperti sehari sebelumnya ketika kakinya baru saja tertembak.

Selain kejadian di Jalan Batan Selatan itu, polisi juga masih mengusut tiga kasus perampokan pada awal bulan ini. Tiga kasus yang terjadi di Jalan Indraprasta, Jalan Seroja Timur, dan Jalan Papandayan itu belum terungkap. Para perampok bersenjata pistol itu membawa kabur uang puluhan juta rupiah.(G3,D7-73g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA