| INDEKS BERITA HARI INI | Jumat, 3 Januari 2003 |
|
Israel Tembaki Warga Palestina
NUSAIRAT - Tentara Israel menembaki dua orang Palestina yang mereka duga bersenjata di perkampungan pengungsi Nusairat, Jalur Gaza, Kamis dini hari. |
Bertekad Memulai Babak Baru Brasil
BRASILIA - Mantan buruh industri logam Luiz Inacio Lula da Silva, Rabu waktu setempat dilantik menjadi presiden pertama Brasil yang berasal dari kelas pekerja. |
|
|
Takkan Ada Perebutan Kekuasaan di Malaysia
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad kemarin mengatakan, dia percaya pengalihan kekuasaan akan berlangsung tertib dan damai ketika dia pensiun Oktober tahun ini. |
Data 500.000 Serdadu AS Dicuri
PHOENIX - Seorang kontraktor Pemerintah AS menawarkan imbalan 100.000 dolar (sekitar Rp 900 juta) bagi siapa saja yang memiliki informasi tentang pencurian nomor-nomor Jaminan Sosial dan data pribadi 500.000 anggota dinas militer dan keluarga mereka di 16 negara bagian. |
|
|
Militer Afghan Sita 330 Roket
JALALABAD - Pihak berwenang perbatasan Afghanistan menemukan 330 roket yang diselundupkan melalui Provinsi Nangarhar, Afghanistan timur, dari negara tetangga, Pakistan, kata seorang pejabat Kamis kemarin. Kolonel Sayed Rahman, yang mengawasi pasukan perbatasan di Nangarhar, juga menyatakan empat pria tak dikenal telah ditangkap karena mengangkut roket-roket BM-12 pada Rabu malam melalui rute Sasobi yang menghubungkan Afghanistan dan Pakistan. |
Nasib 700 Orang Masih Belum Diketahui
HONIARA - Angin puyuh raksasa yang mengamuk lima hari lalu di Kepulauan Solomon, di Pasifik Selatan, meluluhlantakkan sedikitnya dua desa dan belum ada kabar mengenai nasib sekitar 700 orang yang tinggal di sana, kata pejabat setempat Kamis kemarin. Belum ada kontak dengan pemerintahan Kepulauan Solomon, sejak topan Zoe menerpa daerah tersebut pada Minggu lalu. |
|
|
Taiwan Janji Takkan Merdeka
TAIPEI - Presiden Taiwan Chen Shui-bian mengatakan, tahun 2003 akan ditandai dengan upaya-upaya untuk memperbaiki hubungan yang retak antara Taiwan dan Cina. Pernyataannya itu disampaikan Rabu malam lalu, hanya beberapa jam setelah dia menetapkan Taiwan dan Cina sebagai "dua keluarga" berbeda yang masing-masing memiliki sistem sendiri. |
||