
| Jumat, 3 Januari 2003 | Sala |
Korban Diancam Pedang
Sopir dan Kernet Rampok 4 Ton ManggaKLATEN - Sebuah perampokan yang tidak lazim terjadi di daerah Manisrenggo, Klaten, Kamis kemarin (2/12) pukul 02.30. Yang diincar pelaku bukan emas atau uang tapi 4 ton mangga segar yang siap jual. Korban ditendang dan diancam dengan pedang oleh pelaku sebelum ditinggalkan begitu saja. Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Suara Merdeka, Samawi (33) warga Dukuh Tambong Baru, Desa Bulusan, Kecamatan Talipuro, Banyuwangi, Jatim diminta majikannya di Banyuwangi untuk mengantar mangga hasil panen ke Semarang. Samawi segera menyewa truk berwarna kuning yang tak sempat dilihat nomor polisinya untuk mengangkut mangga itu. Sebanyak 4 ton mangga dimasukkan ke dalam truk, kemudian Samawi berangkat bersama sopir dan kernet ke kota tujuan Semarang. Perjalanan dari Banyuwangi ke Solo dilalui dengan lancar. Mereka bertiga mengobrol membicarakan apa saja, tapi sayang Samawi mengaku lupa menanyakan nama kedua awak truk caterannya. Sesampainya di Boyolali, Samawi merasa truk berjalan berputar-putar berbelok-belok tidak seperti sebelumnya. Tapi Samawi diam saja karena dia mengaku tidak mengenal daerah Boyolali. ''Saya merasa diubeng-ubengke (diputar-putarkan-red) setelah sampai Boyolali, tidak hafal daerah sini. Jadi saya diam saja, tapi waktu sampai Manisrenggo Klaten di sana truk berhenti,'' ujar Samawi waktu melapor di Polres Klaten, kemarin. Ditendang Sesampainya di tepi jalan di daerah Manisrenggo, truk tiba-tiba berhenti. Kata si sopir, mereka akan buang air kecil dulu. Mengetahui alasan itu, Samawi pun ikut turun. Tapi sungguh tak disangka saat itu ada kaki menendangnya dari belakang hingga jatuh tersungkur ke tanah. Belum sempat dia berpikir macam-macam, sebilah pedang diacungkan pelaku ke mukanya sambil mengeluarkan kalimat ancaman. Tentu saja, Samawi yang tak menduga akan menerima perlakukan seperti itu merasa ketakutan, dia hanya bisa pasrah. Setelah korbannya tak berdaya, kedua pelaku melarikan diri sambil membawa 4 ton mangga siap jual senilai Rp 4 juta. Korban ditinggal begitu saja. Sayang, karena bukan orang Klaten dia tak ingat di desa apa peristiwa naas itu terjadi. Kemarin dia mendatangi Polres Klaten untuk melaporkan perampokan yang dialaminya.(F5-14) |