logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 3 Januari 2003 Berita Utama  
Line

Polisi Belum Tentukan Tersangka

  • Kasus Ruwatan Bawa Korban Tiga Tewas
BASKOM PLASTIK: Briptu Pol A Fatono, Serse Polsek Brebes, mengamati baskom plastik tempat air sesaji ruwatan. (Foto : Suara Merdeka/wh-17t)

BREBES - Kepolisian belum bisa menunjuk tersangka dalam kaitan dengan tewasnya tiga warga Dukuh Lombang, Desa Pulosari, Brebes, setelah meminum air sesaji ruwatan di rumah keluarga Ny Supi (60). Hal itu karena orang yang menyuruh minum kali pertama, Ny Sunarti (60), ikut tewas dalam kejadian tersebut.

"Saat ini kami sedang memeriksa saksi-saksi, termasuk tuan rumah ruwatan, Ki Dalang Aryo Damar, dan pihak keluarga yang mengetahui kejadian," kata Kapolres AKBP Drs Bambang Purwanto SH MSi melalui Kapolsek Brebes Iptu R Romdhon N SH, kemarin.

Sebagai petunjuk awal, polisi saat ini mengantongi keterangan saksi dan barang bukti sebuah baskom plastik warna biru berdiameter 30 cm. Sisa air sesaji yang sehabis diminum korban, semua dibuang. Siapa yang membuang pun, polisi masih belum mengetahui. Keluarga Ny Supi ketika ditanya mengatakan, tidak tahu yang membuang sisa air sesaji itu.

Menurut Kapolres, bila barang bukti baskom diperiksa di laboratorium forensik, akan diketahui kandungan air yang ada di baskom pada waktu itu. Apakah beracun atau tidak.

Mendasari keterangan Ki Dalang Aryo Damar, air sesaji tersebut berasal dari tujuh macam air, yakni air Kali Pemali, air sumur, air sawah, air laut, air bekas cucian beras, air bekas sepuhan emas, dan air empu.

Diduga dari tujuh macam itu, yang mengandung racun adalah air sepuhan emas dan air empu yang mengandung karat besi. Air sepuhan emas sangat berbahaya karena mengandung bahan kimia, dan akan mematikan orang yang meminumnya. Namun air tersebut disediakan bukan untuk diminum, melainkan untuk mandi pengantin yang diruwat.

Sesuai dengan keterangan Aryo kepada penyidik, pihaknya tidak meramu air tersebut. Dia hanya memberikan syarat ruwatan, supaya keluarga yang sedang hajat menyediakan air tujuh macam tersebut.

Namun ketika polisi meng-cross check keterangan pada keluarga Ny Supi, ternyata mereka tidak mencari dan mencampur sendiri air tersebut. Semua persyaratan tersebut sudah disediakan oleh sang dalang.

Ketika para korban keracunan air sesaji ruwat Selasa pukul 17.00, orang-orang yang hadir dalam pesta wayang kulit dengan lakon Batara Kala, semula menduga korban sedang kesurupan roh halus, dari lakon yang dimainkan ki dalang. Karena itu, sesaat mereka mendiamkan para korban yang dianggap tiduran atau pingsan.

Tiga orang yang akhirnya meninggal yakni Ny Sunarti (60), Semi (58), dan Sanuti (60), bahkan sempat dibaringkan di rumah masing-masing. "Mereka mengira tiga korban itu sedang pingsan dimasuki roh halus. Karena itu, mereka memperkirakan sebentar saja akan siuman, bila roh halus itu pergi."

Saat itu Ki Dalang Aryo ikut tandang dengan berusaha menyembuhkan melalui doa-doa. Tapi ditunggu sampai pukul 20.00, ternyata tak juga siuman. Setelah sadar korban meninggal, warga baru melapor ke polisi. Ketika polisi datang, air sisa sesaji yang diminum ternyata sudah dibuang. (wh-17t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA