
| Jumat, 3 Januari 2003 | Berita Utama |
Keamanan Asrama Haji Donohudan DiperketatSEMARANG - Situasi keamanan di Tanah Air belakangan ini yang diwarnai dengan teror bom, tampaknya menjadi pertimbangan bagi pihak keamanan Asrama Haji Donohudan, Boyolali, untuk meningkatkan kewaspadaannya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Itulah sebabnya, jangan kaget manakala siapa saja yang akan masuk asrama, baik para calon haji, keluarga yang mengantarnya, maupun petugas, nanti bakal diperiksa petugas, terutama barang-barang bawaan yang oleh pihak keamanan dinilai mencurigakan. Hal itu dikemukakan Kepala Bidang Urusan Haji Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Tengah Drs H Sudjai, saat ditemui Suara Merdeka, di ruang kerjanya, Kamis kemarin, berkenaan dengan persiapan pemberangkatan jamaah haji Jawa Tengah. "Istilahnya kami tidak ingin kecolongan," kata Sudjai memberi alasan. Guna meningkatkan keamanan asrama, pihaknya tidak hanya melibatkan pihak kepolisian, sebagaimana di tahun-tahun sebelumnya, namun juga melibatkan TNI. Petugas, tambahnya, menyiapkan alat deteksi, guna menghindari kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan. Mengenai pemberangkatan jamaah haji, dijelaskannya, kelompok terbang (kloter) partama yang diterbangkan melalui Embarkasi Solo itu dijadwalkan meninggalkan Tanah Air pada tanggal 9 Januari 2003, pukul 08.15 WIB. Dalam kloter ini, terdiri atas 313 calon haji dari Kabupaten Purworejo, ditambah dua calon haji dari Kota Semarang, lima petugas TP4H, dan lima petugas haji. Pelepasan jamaah akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah H Mardiyanto. Sebelumnya, rombongan kloter pertama ini dijadwalkan harus sudah masuk asrama pada tanggal 8 Januari 2003 pukul 09.00. 21.439 Orang Demi menjaga ketertiban dan keamanan, Sudjai mengimbau keluarga calon haji untuk tidak usah mengantar sampai ke Asrama Haji Donohudan, namun cukup mengantar sampai di kabupaten dan kota masing-masing. Dari kabupaten, jamaah sudah disediakan bus oleh panitia. Imbauan ini dikemukakannya mengingat juga pengalaman tahun-tahun sebelumnya yang terjadi kemacetan lalu lintas di sekitar asrama oleh kendaraan para pengantar, sehingga dapat mengganggu kelancaran pemberangkatan jamaah. Lebih lanjut Sudjai menjelaskan, di samping calon-calon haji asal Jawa Tengah, lewat Embarkasi Solo juga diberangkatkan calon haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan dari Kalimantan Tengah. Jumlah seluruhnya 21.439 orang, dengan perincian 18.262 orang asal Jawa Tengah, 2240 dari DIY, 607 asal Kalimantan Tengah, dan 330 petugas haji. Dari jumlah 21.439 orang itu akan dikelompokkan dalam 66 kloter. Kloter terakhir dijadwalkan berangkat pada tanggal 5 Februari. Kepada para calon haji, Sudjai mengimbau, untuk membawa bekal bawaan seperlunya, dan tidak melebihi ketentuan penerbangan. "Barang-barang bawaan cukup dimasukkan dalam satu koper yang telah disediakan pihak penerbangan, dengan tidak melebihi berat 35 kg," katanya. Alat-alat yang bersifat tajam, seperti gunting dan potongan kuku, diingatkan untuk tidak ditaruh dalam tas tentengan, tapi ditaruh di koper yang nanti masuk dalam bagasi. Jika petugas bandara menemukan ada benda-benda tadi dalam tas tentengan, mereka akan meminta untuk meninggalkannya. Di samping itu, berdasarkan surat edaran dari Dirjen Peternakan, Sudjai juga mengimbau jamaah saat pulang dari Tanah Suci nanti untuk tidak membawa daging, baik mentah maupun matang. Imbauan ini dimaksudkan guna menghindari adanya kemungkinan penularan penyakit hewan. (A19-29t) |