logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 3 Januari 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Demo Tuntut Pembatalan Pengumuman Sekdes

GROBOGAN- Massa pendukung delapan orang bakal calon (balon) sekretaris desa (sekdes) Desa Temon, Kecamatan Brati, Grobogan, kemarin berdemo di depan rumah Kades Temon, Jasri (42), dan DPRD. Mereka melakukan hal itu lantaran sistem koreksi dari hasil pekerjaan ujian perangkat desa dinilai tak transparan. Sebab, semua balon tak dapat melihat proses penilaian yang dilakukan panitia tingkat desa.

Sehubungan dengan itu mereka menuntut agar panitia desa membatalkan hasil koreksian dan sekaligus mencabut pengumuman mengenai penetapan Ny Eko Suparni sebagai sekdes.

''Di desa-desa lain koreksi dilakukan terbuka dengan dilihat langsung oleh balon. Namun mengapa di Desa Temon justru dilarang. Itu pasti ada apa-apanya dengan Kades. Lebih-lebih dia sebelumnya sudah sering berhubungan dengan Ny Eko,'' ungkap sejumlah orang.

Solehan, pimpinan demo, menyatakan sebelum proses penilaian dilakukan, sejumlah balon telah mengusulkan agar koreksi dilakukan terbuka dengan dilihat langsung oleh semua balon dan masyarakat umum. Namun Kades keberatan, alasannya panitia berhak menentukan sistem penilaian yang terbaik dan aman.

Sepihak

Setelah hasil koreksian diumumkan, semua balon sepakat menolak hasil pengumuman itu, sebab penilaiannya dinilai sepihak. Selain itu yang ditetapkan dengan nilai tertinggi adalah balon yang selama ini dekat dengan Kades.

Kades Jasri yang menerima beberapa orang perwakilan pengunjuk rasa mengungkapkan, penilaian dilakukan objektif, transparan, dan apa adanya, meskipun saat mengoreksi di ruang tertutup. Bahkan anggota panitia satu sama lain tidak satu pun memihak ke salah satu balon.

Dia mengatakan, penetapan sebagai sekdes terpilih dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan panitia, yaitu mereka yang mendapatkan nilai tertinggi. Ternyata nilai tertinggi didapatkan Ny Eko Suparni. Karena itu, dialah yang berhak ditetapkan menjadi sekdes.

Kabag Humas Pemkab Grobogan H Maryono HI SSos menjelaskan, pelaksanaan ujian sekdes berjalan baik dan aman. Dari 58 desa yang melaksanakan ujian, hanya Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh yang menggunakan naskah ujian dari panitia desa. Lainnya menggunakan naskah sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya, dari panitia Kabupaten.

Dia menuturkan, berdasarkan hasil pantauan tim Kabupaten tidak ditemukan indikasi adanya naskah ujian dan kunci jawaban bocor. Sebab proses pembuatan, pengiriman, dan penyegelan naskah dilakukan ketat. Bahkan kunci jawaban sengaja dibuat pukul 03.00 dini hari atau empat jam sebelum soal diambil panitia desa, sehingga oknum yang akan membocorkan tak memiliki waktu untuk bertindak curang.(A23-71j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA