logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 3 Januari 2003 Ekonomi  
Line

Penurunan SBI Tidak Tajam

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi penurunan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada 2003 tidak akan setajam tahun lalu. Hal itu dikemukakan Gubernur BI Syahril Sabirin seusai acara perayaan tahun baru di Gedung BI Jakarta, kemarin.

Syahril menyebutkan, BI cukup optimistis SBI turun, tapi turunnya tidak bisa terlalu banyak. "Penurunan SBI lebih dipicu oleh tingkat suku bunga serupa yang rendah di negara-negara lain, seperti Jepang, AS, dan Thailand," katanya.

Penurunan suku bunga SBI itu juga akan disebabkan oleh risiko suku bunga dalam negeri yang makin kecil, khususnya untuk penanaman modal. "Kalau keamanan stabil dan politik tenang, kita berharap risiko makin kecil," ujarnya.

Dia menambahkan, penurunan suku bunga SBI juga memengaruhi tingkat bunga obligasi pemerintah. Jika suku bunga rendah, obligasi juga mengecil. "Bagi pemerintah, makin baik jika SBI makin turun," tambahnya.

Hingga kini, lanjut dia, bank sentral belum menetapkan target suku bunga SBI pada 2003. Namun, dia berharap, suku bunga bisa lebih kecil daripada yang ditargetkan dalam APBN 2003, sebesar 13%. "Ini untuk mendorong iklim investasi agar lebih baik".

Tingkat suku bunga SBI pada minggu lalu mencapai 12,93%. Padahal, pada sebelumnya masih di level 13,02%. Menurut Syahril, penurunan suku bunga SBI selama tahun lalu 4%.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tahun ini diprediksi tak akan menguat terlalu besar. Sebab, kurs rupiah belakangan ini agak terganggu dengan isu divestasi saham Indosat. "Namun, pada 2003, nilai tukar rupiah akan stabil. Kalau menguat, itu hanya sedikit". (tri-48e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA