
| Jumat, 3 Januari 2003 | Ekonomi |
Nelayan Mogok, Produksi Ikan AnjlokPEKALONGAN - Produksi ikan di Kota Pekalongan anjlok 30% dan nilai uang juga turun sekitar 20%. Jika pada 2001 produksi ikan dan nilai uangnya tercatat 71.000 ton dan Rp 206 miliar, pada 2002 hanya 55.000 ton dan Rp 165,8 miliar. Menurut Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pekalongan M Kisbadi Said, penyebab utama penurunan produksi ikan adalah aksi mogok nelayan beberapa waktu lalu. Pemogokan itu berlangsung sebulan. Aksi tersebut sebagai protes nelayan atas pemberlakuan pungutan hasil perikanan (PHP) 2,5%. Kisbadi menjelaskan, dampak aksi mogok melaut itu dapat dirasakan selama tiga bulan ke depan. Sebab, selama bulan berikutnya, TPI kosong atau minimal berkurang drastis. "Selama tiga bulan diperkirakan turun 20.000 ton, senilai sekitar Rp 50 miliar," katanya. Selain pemogokan, TPI Pekalongan juga dirisaukan dengan aksi penangkapan ikan gendut (Aluterus monoleras) mulai Oktober hingga November 2002. Ikan itu oleh pedagang dianggap jenis baru, sehingga mereka tak mau membeli. Kalau pun ada yang membeli, harganya murah. Padahal, di TPI Juwana Pati atau di Jawa Timur, harga ikan gendut cukup tinggi. Akibatnya, kapal-kapal yang menangkap ikan gendut tidak mau membongkar ikan di Pekalongan, tapi ke Juwana atau Jawa Timur. Hal itu juga berlangsung sekitar dua bulan. Namun, pada Desember ikan gendut sudah tidak ada, sehingga pelelangan berjalan lancar sebagaimana semula. Untuk mengantisipasi ke depan, Kisbadi berharap pedagang ikan pada tahun ini berani bersaing dalam penawaran ikan gendut, sehingga kapal-kapal Pekalongan tak lagi menjual ikan ke luar kota. Kini para pedagang sudah melakukan survai ke Juwana dan Jatim untuk mencari terobosan pemasaran ikan itu ke luar negeri. Dengan demikian, pada 2003 pedagang mampu membeli ikan gendut. Tingkatkan Koordinasi Selain itu, pada tahun ini, TPI Pekalongan juga akan meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait, baik KUD Nakarya Mina, Perum Prasarana Perikanan, Dinas Perikanan, dan sebagainya. Dengan demikian, para nelayan dan pedagang lebih mantap dalam melakukan kegiatan di TPI Pekalongan. "Selama ini koordinasi sudah dilakukan dengan baik, tapi perlu untuk lebih ditingkatkan sebagai upaya pelayanan kepada nelayan dan pedagang," katanya. Mengenai keamanan yag sering menimbulkan masalah, dia pun berjanji akan lebih meningkatkannya untuk mencegah pencurian. Dengan begitu, nelayan merasa aman dan iklim menjadi kondusif. (A15-48e) |