
| Jumat, 3 Januari 2003 | Ekonomi |
Harga Sembako Dikhawatirkan NaikSEMARANG- Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang belum sempat turun berkaitan dengan Lebaran, Natal, dan Tahun Baru, dikhawatirkan bakal makin melambung tinggi. Ini akibat kenaikan harga BBM yang mulai berlaku kemarin. Beberapa pedagang di pasar tradisional mengatakan, kenaikan harga BBM memiliki dampak besar terhadap kenaikan harga sembako. Kondisi ini berbeda dari tahun sebelumnya. Meski sempat naik pada saat ada tiga hari raya, tapi sesudahnya turun lagi. Tetapi kali ini belum sempat turun, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. "Sehingga harga jual tetap naik, karena harga kulakan juga tinggi," kata Rifai, pedagang sembako di Pasar Johar. Menurutnya, kenaikan harga pada Lebaran dan Natal memang merupakan hal yang biasa terjadi, karena tingkat permintaan yang tinggi. Sementara kenaikan harga akibat kenaikan harga BBM lebih disebabkan oleh kenaikan biaya transportasi. Menurut Faizah, pedagang sembako di Pasar Peterongan, kenaikan harga sembako dan hasil bumi akan terjadi secara spontan. Artinya, begitu BBM naik, berarti biaya pengangkutan sayuran naik. Sehingga para pedagang juga menaikkan harga jual sayurannya. "Sebab, sebagian besar sayur-mayur dari luar kota, sehingga sektor transportasi sangat berpengaruh," kata dia. Masih Stabil Tetapi hingga kemarin kenaikan harga BBM belum berpengaruh langsung terhadap harga sembako di sejumlah pasar tradisional. Menurut para pedagang, kebutuhan sehari-hari saat ini boleh dibilang masih stabil. Ny Hartini (45) menjelaskan, harga jual kebutuhan pokok masih mengikuti harga lama. Sebab, beberapa pedagang masih menjual dagangannya dari beberapa stok lama. Para pedagang di Pasar Johar, Gayamsari, Bulu, dan tempat lain, mengaku sudah mendengar kenaikan harga BBM. Meski demikian, dari pemantauan Suara Merdeka di lapangan, kenaikan mulai terjadi pada jenis kebutuhan pokok seperti harga beras, minyak goreng, dan gula pasir. Beras jenis C4 di tingkat pengecer harganya sudah mencapai Rp 3.200 per kilogram (kg), sedangkan C4 Super harganya antara Rp 3.300 dan Rp 3.400 per kg. Beras bramo harganya sekitar Rp 3.400/kg, umbuk Rp 3.000-Rp 3.100/kg, dan menthik wangi Rp 3.400 per kilogram. Akibat Musim Di Pasar Dargo, kata pedagang Kastawar, kenaikan harga beras bukan dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM. Tapi lebih banyak dipengaruhi musim cuaca, yaitu musim hujan. Saat ini petani banyak menyimpan stok gabah dalam jumlah banyak, tapi tak bisa menjemurnya. Untuk minyak goreng di tingkat pengecer, harga sebelumnya di bawah Rp 5.000 per kg, namun kini menembus hingga Rp 5.200/kg. Sementara tepung terigu yang semula berharga sekitar Rp 2.700/kg, sekarang mulai bergeser menjadi Rp 2.900 hingga Rp 3.000/kg. Sementara di Pasar Johar, menurut pedagang Awie, harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng curah, gula pasir, dan tepung terigu relatif stabil. Namun untuk mi instan, harganya naik Rp 50/bungkus, atau Rp 2.000/karton (isi 40 bungkus). Untuk bawang merah dan bawang putih, harga berkisar Rp 5.000/kg. Harga cabe sangat fluktuatif. Komoditas ini setiap hari bisa mengalami perubahan harga, entah naik atau turun. Kemarin, harga 1 kg cabe merah berkisar Rp 7.000/kg, atau naik Rp 500/kg dibandingkan dengan hari sebelumnya. "Para agen sudah menginformasikan akan menaikkan harga lagi. Mungkin besok (hari ini) harganya sudah naik," ujar Yati, pedagang sembako di Johar Tengah. Sementara harga daging cenderung stabil. Daging sapi dan kerbau kualitas I dijual dengan harga Rp 28.000/kg, sedangkan kualitas II Rp 25.000/kg. Harga daging kambing Rp 30.000/kg (kualitas I) dan Rp 27.500/kg (kualitas II). Kelompok sayur-mayur juga stabil. Hanya tomat memang mengalami kenaikan dari Rp 5.000/kg menjadi Rp 6.000/kg. Tetapi hal ini akibat pasokan tomat dari Kopeng dan Bandungan makin menipis. Sedangkan harga kacang panjang turun dari Rp 3.000/kg menjadi Rp 2.500/kg. Penurunan harga ini disebabkan oleh pasokan tomat dari Pati, Kaliwungu, dan Muntilan ke Johar melimpah. Kenaikan harga bahan pangan juga terjadi di pasar-pasar swalayan. Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Asprindo) Jateng, Anna Dwikora, mengatakan, sudah ada kiriman draft harga baru dari para pemasok kepada peritel, mengenai kenaikan harga berbagai produk makanan dan minuman. Minyak goreng, misalnya, naik harga sekitar delapan persen per kg. (F2,G2,bgs-48t) |