logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 3 Januari 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Tersangka Pengeroyokan Tertangkap

PEKALONGAN- Dalam waktu kurang dari 24 jam, Polres Pekalongan dapat menangkap tersangka Nasirom (20), pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dan lima lain luka-luka.

Polisi kini masih meminta keterangan dua orang yang saat kejadian di lokasi, yakni Am (26) dan Mz (38), semua warga Sokorejo. ''Berdasarkan keterangan tersangka, Am dan Mz ikut terlibat. Namun saat di-cross check, keduanya membantah. Di lokasi, keduanya mengaku tidak memukuli korban,'' ungkap Kapolres Pekalongan AKBP Drs Anas Yusuf didampingi Wakapolres Kompol Drs Iswandi Hari SH MSi.

Kapolres mengemukakan, penangkapan itu dilakukan di rumah kakaknya, Rabu malam. Dia mengaku memukul korban. Akan tetapi kini dia menyesal, karena tindakannya salah sasaran.

Nasirom menuturkan, ada tiga pelaku utama dalam pengeroyokan itu termasuk dia. Karena itu, polisi tetap mengejar dua pelaku lain yang kini melarikan diri. ''Lebih baik dua pelaku itu menyerahkan diri ke polisi daripada menjadi buron,'' tegas Anas.

Seperti diberitakan kemarin, seorang meninggal dan lima lain luka-luka di Desa Sokorejo akibat digebuki massa dengan pentung. Dari aksi pada pukul 01.30 dini hari itu, Polsek Pekalongan Timur menyita sebuah Honda Astrea Grand G-5443-HD yang hancur akibat dirusak massa.

Korban meninggal adalah Makmur Yadi (24), warga Desa Soko, Kecamatan Pekalongan Selatan. Kemudian lima korban luka-luka adalah Fakhurozi (24), Edit (19), Abdullah (24), Heri (20), dan Neli (20) semua warga Soko. Karena luka serius, Fakhurozi dirawat di RSUD Kraton Pekalongan dan Edit di RS Siti Khodijah Pekalongan.

Masih Dijaga

Kapolres mengemukakan, dari kejadian itu kedua desa dijaga dua peleton UPS gabungan Polwil dan Polres serta satu peleton dari Brimob Kalibanger. Hal itu untuk menghindari serangan balik warga Desa Soko.

Warga mengungkapkan, serangan balik memang terjadi namun dilakukan secara mendadak sejumlah warga yang pulang mengikuti acara pemakaman jenazah korban di pemakaman umum Desa Sokorejo. Sedikitnya tujuh rumah rusak dilempari batu, sehingga kaca jendela dan pintu rusak.

Sementara itu berdasarkan pengamatan Suara Merdeka, sampai kemarin suasana kedua desa masih tegang. Anggota UPS dan Brimob berjaga-jaga di sepanjang jalan utama Desa Sokorejo dan Soko. Masyarakat juga bergerombol di tepi jalan berkaitan dengan kasus pengeroyokan itu.

Camat Pekalongan Selatan Drs Muadi seusai memberi pengarahan kepada tokoh masyarakat di Desa Soko menjelaskan, pertemuan dengan tokoh itu penting untuk mengendalikan kemarahan warga.(A15-17j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA