logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 3 Januari 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Demo Kenaikan BBM, Penumpang Telantar

  • Awak Mikrobus Minta Penyesuaian Tarif

BREBES- Demo besar-besaran, kemarin (2/1) dilakukan awak mikrobus antarkota jurusan Tegal-Losari dan Tegal-Ketanggungan, menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).Mereka menuntut pemerintah segera menerbitkan SK baru tentang tarif penumpang mikrobus antarkota.

Aksi demo para awak berlangsung sejak pagi. Mereka kompak tidak mengangkut penumpang dari berbagai jurusan, sehingga banyak penumpang yang terdiri atas pedagang kecil, pekerja, PNS, dan anak sekolah telantar di pinggiran jalan. ''Saya menunggu kendaraan sejak pagi, tapi tak ada satu pun yang jalan,'' ujar seorang karyawan swasta yang akan berangkat kerja ke Tegal.

Pagi sekitar pukul 06.00, puluhan mikrobus berkumpul di alun-alun Kota Brebes. Beberapa rekan sopir lain yang berusaha mencari penumpang distop di tengah jalan dan diminta bergabung. Dan, penumpang di dalamnya disuruh turun.

Setelah kumpul banyak, mereka menuju ke Kantor Subdin Perhubungan Darat Dinas Perhubungan di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, 12 km barat Kota Brebes.

Di sana para awak diwakili Ketua Organda Kabupaten Brebes H Kusnadi dan Ketua Paguyuban Sopir Mikrobus (Pasomik) Moh Iqbal bertemu dengan Kasubdin Perhubungan Darat H Achmad Satibi BAE.

Di depan pejabat perhubungan, Kusnadi meminta pemerintah segera menerbitkan SK penyesuaian tarif baru berkaitan dengan kenaikan BBM per 2 Januari 2003. Tarif yang mereka minta, untuk jurusan Tegal-Brebes yang semula Rp 1.000 per penumpang menjadi Rp 1.500. Jurusan Tegal-Losari dan Tegal-Ketanggungan semula Rp 1.500 jadi Rp 2.000.

''Bila kami terus-menerus menggunakan tarif lama, pendapatan jadi tidak ada alias cuma kerja bakti. Karena harga solar sekarang lebih mahal dari premium,'' tutur seorang pengemudi.

Tuntutan Majikan

Selain itu mereka mengemukakan, tentang adanya tuntutan majikan yang meminta setoran naik. Kini untuk mikrobus dalam kondisi baik (baru) mereka harus setor tiap hari Rp 180.000, kondisi bumel (lama) Rp 140.000-Rp 160.000. Sudah menjadi tradisi, saat harga BBM naik, setoran juga naik.

Kasubdin Perhubungan Darat H Achmad Satibi BAE mengemukakan, tarif angkutan antarkota yang dipakai para awak angkutan itu sebenarnya melebihi tarif yang diterbitkan.

Sesuai dengan aturan tarif per km Rp 62, namun mereka mematok Rp 100 per km. Karena mereka tetap menuntut penyesuaian tarif setelah kenaikan BMM, disepakati Organda lokal dengan menempel pengumuman tarif sementara pada kaca depan mikrobus.

Isi pengumuman itu antara lain meminta kesadaran penumpang membayar sesuai dengan tarif yang mereka tentukan, yaitu Tegal-Losari, Tegal-Ketanggungan Rp 2.000, dan Tegal-Brebes Rp 1.500. Pengumuman Organda itu dinilai para awak sangat penting agar tidak terjadi keributan awak angkutan dengan penumpang.(wh-17j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA