
| Kamis, 19 Desember 2002 | Surat Pembaca |
Kepada PT TelkomAgustus 1998 saya mendaftar ke PT Telkom Jl Diponegoro Ungaran untuk memperoleh sambungan telepon. Oleh petugas saya diminta mengisi formulir disertai fotokopi KTP dan denah lokasi tempat tinggal. Waktu terus berjalan sampai saat ini belum ada kepastian. Kadangkala saya menyempatkan diri untuk menanyakan kapan realisasinya, namun jawaban petugas belum dapat memastikan, diharap menunggu. Untuk itu melalui rubrik ini, saya menanyakan kapan sambungan telepon di tempat tinggal saya dapat dipasang telepon. Rustanto *** Jujur dan Disiplin Bukan JaminanAnak kami, Wagiso sudah mengabdi 17 tahun dan kini umurnya 40 tahun, tetapi setiap ikut seleksi CPNS selalu tersisih. Mungkin tahun ini yang terakhir karena batas umurnya sudah maksimal. Sudah pupus masa depan dia, bahkan sampai menangis air mata darah pun sulit menjadi PNS. Dia bilang perjuangan, kejujuran dan disiplin tidak menjamin bisa menjadi PNS. Juga cerita ada tenaga kontrak yang jarang masuk kerja, justru diterima sebagai CPNS Wonosobo. Lebih lucu lagi melebihi Ketoprak Humor, seorang istri ketua Dewan ikut ujian CPNS. Ya... jelas diterima. Mungkin Beliau lupa, waktu kampanye akan memberantas segala KKN dan dengan kata-katanya "maju tak gentar membela yang benar. Tetapi setelah menjadi ketua Dewan, maju tak gentar membela yang mbayar". Ini tanda kehancuran moral seorang pemimpin. Pengangkatan hanya sebuah rekayasa untuk membuat sarang KKN di daerah. Sebaiknya pemimpin yang hati nuraninya baik selalu memperjuangkan nasib rakyat. Siswo Wardoyo *** Mana VCD SayaSaya beberapa bulan lalu dinyatakan memenangkan hadiah 2 set VCD dari Tabloid Bintang Indonesia Jakarta. Tanggal 18 Oktober, saya menerima hadiah lewat Kantor Pos Karangjati. Sayangnya saya hanya menerima 1 set VCD saja, yang 1 set lainnya tidak ada. Saya mengontak Tabloid BI dan mereka mengirimkan bukti berupa fax kedua set VCD tersebut sudah dikirim 11 Oktober dengan nomor pengiriman 725 (sudah diterima) dan 727 (belum diterima sampai sekarang). Tanggal 9 November bukti tersebut saya bawa ke Kantor Pos Karangjati. Jawaban mereka, barang yang belum saya terima masih berada di Kantor Bea Cukai dan entah kapan sampai ke Kantor Pos Karangjati. Yang saya tanyakan apa benar pengiriman barang dari Jakarta harus melewati Bea Cukai. Mengapa salah satu barang bisa diterima lebih cepat dari barang lainnya, padahal tanggal pengirimannya sama. Mohon penjelasan pihak Kantor Pos. Laura *** Saya Dirugikan Suzuki MotorTahun 1999 saya kredit motor di dealer Suzuki Cabang Ungaran dengan masa angsuran 36 kali. Selama membayar angsuran di Ungaran dan Pudakpayung tidak ada masalah, tetapi menginjak angsuran ke-33 untuk nasabah Ungaran dipindah ke Semarang dan nasabah Ambarawa ke Salatiga. Berhubung tempat kerja di Salatiga, maka pembayaran angsuran saya minta dipindah ke Salatiga mulai angsuran ke-33 dan 34. Namun waktu akan membayar angsuran ke-35 kantornya tutup selama sebulan. Saya dianjurkan membayar di kantor pusat PT Indo Jateng Motor Jln MT Haryono 451 Semarang. Saat membayar angsuran ke-35 dan 36 ternyata angsuran yang ke-34 tidak disetorkan ke kantor Semarang. Dan saya disuruh membayar lagi angsuran ke-34 sebelum melunasi angsuran. Padahal saat membayar angsuran ke-34 saya mendapat kuitansi resmi (fotokopi terlampir) dan diterima petugas resmi. Namun waktu saya tunjukkan kuitansi tersebut tetap tidak diakui. Karyawan PT Indo Jateng Motor tidak ada yang mau bertanggung jawab atas setoran saya tesebut. Di manakah tanggung jawab perusahaan atas kasus yang bukan kesalahan nasabah. Belum nanti pengurusan BPKB yang sering tidak tepat waktu setelah lunas angsuran. BPKB keluarnya sekitar 6 bulan atau lebih. Padahal kalau yang molor nasabah, pasti dealer memberikan denda atau mengambil paksa motornya. Untuk para sesama nasabah agar hati-hati, mungkin masalah ini bisa menimpa Anda. Joko Aris S *** Soal CPNS Depag PatiAda kejanggalan dalam penerimaan CPNS di Depag Pati, di antaranya kualifikasi guru bidang studi IPS MTs Margoyoso Pati disyaratkan S1 Tadris, S1 IKIP/STKIP/FKIP Jurusan IPS. Pemahaman saya, sarjana selain jurusan IPS tidak masuk dalam kualifikasi tersebut (tidak lolos administrasi). Tetapi kenyataannya, ada beberapa peserta yang berasal dari jurusan lain yang lolos administrasi dan bisa ikut tes. Pengalaman sebelumnya pada penyaringan CPNS di Depag, bila ada formasi dengan kualifikasi S1 Tadris IPS maka banyak rekan dari IKIP/FKIP jurusan sejarah, ekonomi, geografi bisa mengikuti tes. Tetapi sebaliknya di saat ada formasi dengan kualifikasi jurusan sejarah/ekonomi/geografi maka rekan-rekan yang dari Tadris IPS tidak lolos administrasi, apalagi mengikuti tes. Apakah semacam ini bisa kita terima. Padahal Tadris adalah produk Depag sendiri, untuk apa sebenarnya Tadris dilahirkan. Apakah Depag meragukan kemampuan produknya sendiri. Kalau tidak, beri kesempatan yang sama. Juga wiyata bakti, tahun kelulusan, usia pelamar jadi prioritas, apa betul itu. Kalau betul, mengapa mereka justru malah ada di peringkat bawah. Menurut logika S1 yang diperoleh sebelum tahun 1993 akhir yang berarti usia pelamar, tahun ijazah merupakan bekal tersendiri (paling tidak poin tersendiri). Kalau misalnya dua hal tersebut dikalahkan dengan wiyata bakti, seharusnya tidak dibatasi yang berwiyata bakti di sekolah/madrasah negeri saja, tetapi yang di sekolah/madrasah swasta/yayasan pun harus dipandang sama. Sarfu *** Ungkapan Hati Seorang Guru TKSaya peserta tes CPNS Guru TK di Kendal yang tidak lulus. Saya guru TK yang aktif mengajar selama 15 tahun dengan berpredikat, juara lomba Kreativitas Guru TK (mengarang dan praktik cerita untuk anak) Tk Nasional Tahun 1996/1997 dan termasuk 10 besar (piagam terlampir). Juga guru TK Teladan III tahun 2000 Tk Provinsi Jateng (piagam terlampir), dan peserta tes CPNS selama 6 kali. Dari beberapa prestasi tersebut ternyata tidak berarti sama sekali dalam seleksi CPNS guru TK. Ada standar penilaian lain bagi panitia. Untuk peserta yang lulus saya imbau untuk bisa berprestasi melebihi saya, sebab saya mengetahui di antara Anda ada yang sudah 5 tahun tidak aktif mengajar malah dinyatakan lulus. Arum Purwanti |