logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 19 Desember 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

''Ora Cedhak Begug Ora Patheken''

WONOGIRI- Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH, Rabu kemarin mengultimatum para pejabat di jajarannya untuk memilih kesel (lelah-Red) karena bekerja profesional atau menjadi kesal hati lantaran nonjob.

Ultimatum itu disampaikannya saat melantik empat pejabat eselon II dan III di Pendapa Kabupaten Wonogiri. Pejabat yang dilantik adalah Drs Damiri MSi yang sebelumnya Ketua Bappeda menjadi Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Drs H Annajib Tohari MM yang semula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menjadi Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial, Drs Daman yang semula Ka Subdinas Ketenagakerjaan di Dinas Tenaga Kerja menjadi Kepala Kantor Arsip Daerah, dan Sekretaris Kecamatan Drs Bambang Haryanto menjadi Camat Slogohimo.

Pada sisi lain, pergeseran sejumlah pejabat tersebut mengundang penafsiran negatif dari kalangan eksekutif, karena ada kesan sebagai kasus pencopotan Damiri dari Ketua Bappeda dan pemutasian Annajib dari Kepala Dinas PMD.

Jangan Tegang

''Tolong soal mutasi dan pelantikan pejabat jangan ditanggapi dengan tegang. Biasa-biasa saja, anggap peristiwa itu sebagai penyegaran. Sebab, mutasi jabatan dapat menimpa siapa pun. Bila seseorang pejabat tidak dapat bekerja profesional, sewaktu-waktu dapat diganti.''

Bupati menandaskan, siapa pun yang menjadi pejabat, otomatis sanggup teken kontrak untuk memberikan pengabdian terbaiknya ke masyarakat dan pemerintah. Bukan untuk pribadi, perorangan, keluarga, atau golongan.

Dia mengungkapkan, untuk memberikan pengabdian total, pada diri pejabat dituntut bekerja profesional. ''Jika profesional, tak perlu tegang dan takut terhadap mutasi dan pergeseran, serta tak berusaha mendekati Bupati. Bersikaplah profesional pada kerja. Ora cedhak Begug ora patheken (Tidak dekat Begug tidak berpenyakit kulit-Red).''

Dia mengingatkan para pejabat dan aparat untuk tidak klelat-klelet (bermalas-malasan). Juga jangan membangun link-link dengan bermain selintutan dan dedhelikan dengan tega meninggalkan Bupati. Cara-cara demikian jelas bukan sebagai cara bekerja profesional, dan Bupati sangat kecewa apabila ada pejabat dan aparat berbuat begitu.

''Mohon sikap dan arah kepemimpinan saya dapat dipahami oleh semua, dengan pamrih demi rakyat dan ambisi demi mengangkat Wonogiri. Dua tahun saya cermati, banyak pejabat yang belum profesional. Pimpinan instansi harus berani mengusulkan anak buahnya yang cara bekerjanya tidak betul. Jangan kemudian malah menjadi korban lantaran perilaku anak buahnya yang tidak betul itu.'' (P27-14j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA