
| Kamis, 19 Desember 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Anggota Dewan Uri-uri Belimbing Demak
PADA saat buah belimbing Demak mulai langka, justru ada anggota Dewan yang peduli untuk mengembangkan buah khas Kota Wali. Dia tak lain Awal TS Budiharsono SH, warga RT 7 RW 3, Kampung Tembiring, Kelurahan Bintoro, Demak Kota. ''Memang buah belimbing agak jarang dijumpai lantaran orang sekarang lebih tertarik mengembangkan jambu delima. Namun soal ketenarannya, orang luar kota justru lebih mengenal Demak sebagai kota belimbing daripada jambu. Jadi, sayang bila buah khas itu punah,'' papar Awal kepada Suara Merdeka, Kamis (12/12). Di kawasan Pasar Bintoro dan sekitar Masjid Agung Demak kini memang banyak dijumpai pedagang buah-buahan terutama belimbing dan jambu merah delima. Namun untuk buah belimbing sudah bercampur dengan buah sejenis dari luar kota. Di pekarangan rumah Awal kini tumbuh 20 pohon belimbing dengan jarak tanam 2-3 meter di tanah 200 meter persegi. Kini pohon belimbing anggota Dewan itu mulai berbuah meski kecil. Ny Jasmi Kaspan (64), salah satu pedagang buah di kawasan Masjid Agung Demak menuturkan, harga belimbing saat Lebaran Rp 12.500/kg. Namun sekarang turun menjadi Rp 7.500/kg. Memang beda antara belimbing Demak dan luar kota. Terutama dagingnya agak tebal, warna kuning kadang semu jingga, airnya banyak, dan rasa buahnya manis segar. ''Jika buah kota lain, dagingnya tipis dan rasanya agak sepet.'' Pedagang lain menyatakan harga buah belimbing pada musim kemarau lebih tinggi dibandingkan dengan musim penghujan. Harga tertinggi buah itu bisa Rp 10.000/kg. Pada musim penghujan hanya laku Rp 8.000/kg untuk ukuran besar., dan ukuran kecil Rp 6.000/kg. Sementara itu Kelurahan Betokan, Demak yang dulu dikenal banyak pohon belimbing kini mulai jarang. Warga justru banyak menanam pohon jambu merah delima. Karena nilai jual, hasil panen dan perawatannya konon lebih gampang ketimbang belimbing. Lurah Betokan Zamal Nasir SH mengemukakan, warganya kini sudah disarankan untuk mempertahankan tanaman khas ini. Dari sisi ekonomi, jambu delima dipandang produktif, sehingga sebagian warganya beralih ke jambu. Apalagi permintaan pasar jelas dan pada musim kemarau jambu delima ini bisa laku Rp 550/buah. Sementara itu pada musim penghujan laku Rp 400/buah. Soedar, perangkat Desa Betokan mengemukakan, belimbing Demak ada tiga macam. Yaitu belimbing kapur, jingga, dan kunir. Ciri khas belimbing kapur adalah daging tipis, rasa manis dan segar, serta belimbing kunir warna agak kuning. Sementara itu belimbing jingga daging tebal, kulit warna merah agak keras, dengan rasa manis tapi agak sepet. ''Belimbing produk Betokan biasanya dipasarkan di Jakarta dan Semarang. Sementara yang dijual di Demak biasanya sudah bercampur dari Welahan (Jepara), Tembiring, dan Brangkal Demak. Di Jakarta, buah khas itu bisa laku terjual Rp 16.000/kg. Sementara di Demak dan sekitar cuma Rp 8.000-Rp 9.000/kg,'' papar Soedar Betokan. Perawatan pohon-pohonnya dinilai mudah. Biasanya pada musim kemarau harus rajin menyirami. Karena sengatan matahari dapat membuat daun-daun belimbing cepat mengering dan rontok. Jika daun-daun belimbing mulai rimbun, harus rajin memotong sedikit demi sedikit.(Arwan Pursidi-73j) |