logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 19 Desember 2002 Jawa Tengah - Muria  
Line

Ditengarai Banyak Sumur Warga Ledok Tercemar

BLORA - Sumur sejumlah warga di Desa Ledok, Kecamatan Sambong dikabarkan banyak yang tercemar. Dugaan sementara, pencemaran itu ada kaitannya dengan pengambilan minyak di desa itu, baik yang memakai peralatan canggih maupun tradisional.

Berkaitan dengan hal itu, Pemkab Blora akan lebih berhati-hati dalam mengeksploitasi minyak di sejumlah sumur minyak tua. Tidak hanya di Desa Ledok yang memang terdapat beberapa sumur tua, melainkan juga di beberapa wilayah lain di Blora yang ada sumur minyak tuanya.

Bupati Blora, Ir H Basuki Widodo kepada Suara Merdeka mengemukakan, pihaknya sudah mendengar adanya beberapa sumur milik warga di Desa Ledok yang tercemar itu. Hanya saja, tidak diketahui pasti dari mana asal pencemarannya.

''Saya memang sudah mendengar. Untuk itu kami juga akan lebih hati-hati dalam mengelola sumur minyak tua,'' jelasnya, baru-baru ini.

Menurutnya, dimungkinkan awam tidak tahu bahwa air yang diangkat dari dalam sumur minyak tua itu juga mengandung unsur kimia yang tidak baik bagi tubuh manusia.

Camat Sambong Winarno Ssos ketika dimintai konfirmasi mengakui, memang sudah ada laporan yang masuk ke kantor kecamatan adanya sumur warga Ledok yang tercemar itu. ''Memang sudah ada yang laporan masuk tentang sumur yang tercemar itu dan saat ini sedang kami tindaklanjuti,'' jelasnya ketika ditemui di sela-sela rapat paripuna di DPRD, Selasa (17/12) lalu.

Nggandul

Ditanya tentang rencana pengambilan minyak dari sejumlah sumur minyak tua di Blora, dia mengatakan, berangkat dari minimnya SDM di Pemkab yang mumpuni di bidang perminyakan, untuk sementara Pemkab Blora akan nggandul dengan Pertamina.

Dalam waktu dekat Pertamina DOH Jabati di Cepu akan survei di sejumlah sumur minyak tua untuk mengetahui berapa banyak kandungan minyaknya di masing-masing sumur tersebut. Jika memang nantinya memungkinkan untuk diambil dengan peralatan modern, Pertamina yang akan menangani.

Sebaliknya jika tidak mumpuni, pengelolaannya akan diserahkan ke KUD atau ke badan lain. Mengenai kesan bahwa Pemkab seolah-olah menolak investor sehubungan dengan pengelolaan sumur minyak tua, dengan tegas Bupati yang asli Cepu itu mengatakan, sama sekali pihaknya tidak menolak hadirnya investor.

''Sama sekali kami tidak menolak. Silakan investor masuk ke Blora dalam bidang perhotelan misalnya atau di bidang lainnya. Khusus untuk sumur minyak tua terus terang kami berusaha menyetop,'' tandasnya.

Hal itu dilakukan semata-mata jangan sampai nanti Pemkab hanya diapusi investor dalam hal penggarapan sumur minyak tua. Sebab, bisa saja nanti investor me-mark up pembelian peralatan untuk eksploitasi minyak sehingga menyebabkan orang Blora hanya menjadi kuli saja.

Masalah keberadaan sumur minyak tua selama ini memang terkesan menjadi tarik ulur. Di satu pihak menginginkan supaya sumur minyak tua itu segera dikelola dengan tujuan untuk meningkatkan PADS, tetapi di sisi lain perlu banyak perhitungan untuk mengelolanya, apalagi jika menyangkut mendatangkan investor dari luar.

Sumber di Pusdiklat Migas Cepu mengemukakan, sebenarnya kandungan minyak di sejumlah sumur minyak tua di Blora masih cukup potensial.

Hanya saja persoalannya, untuk mengelolanya perlu dana dan teknologi tinggi sehingga tidak ada jalan lain harus mendatangkan investor dari luar. (ud-74)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA