
| Selasa, 17 Desember 2002 | Tajuk Rencana |
Ancaman Korut soal Nuklir- Ancaman Korea Utara (Korut) akan bertindak sepihak soal nuklir menunjukkan hubungan yang semakin tegang dengan AS dan sekutunya. Pejabat tinggi badan tenaga atom negara komunis itu, Ri Je-Son, menyatakan akan bertindak tegas bila Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) tidak memenuhi permintaan agar menyingkirkan alat pemantau dan perintang pada instalasi nuklirnya. Yang dimaksud, kamera-kamera pengintai serta sejumlah segel yang dipasang di instalasi nuklir Yongbyon. Jika badan internasional itu tidak memenuhi permintaan tersebut, Pyongyang akan bertindak sepihak mencopoti kamera pengintai dan segel-segel tersebut. Selanjutnya pemerintah di sana akan mengaktifkan kembali atau membangun instalasi nuklir baru yang menghasilkan bahan bom nuklir. - Perkembangan itu bertambah panas akibat kasus penyergapan perahu dagang Korut yang membawa peluru kendali Scud ke Yaman. Senin pekan lalu kapal perang Spanyol mencegat kapal dagang milik Korut, So San, di perairan Yaman, sebuah negara di ujung Jazirah Arab Saudi. Petugas militer Spanyol dan AS yang memeriksa kemudian menemukan 15 ujung peluru kendali Scud bikinan Rusia yang disembunyikan di bawah kantung-kantung semen. Namun kapal dan pelurunya itu kemudian dilepaskan dan dibiarkan masuk Yaman setelah ada jaminan dari pemerintah di sana. Pemerintah Yaman menyatakan peluru-peluru itu bagian dari pembelian senjata keperluan militer negara itu untuk pertahanan. Yaman memberi jaminan peluru itu tak akan jatuh ke tangan pihak ketiga. - Kasus itu menambah genting hubungan AS-Korut lantaran berbagai faktor. Senjata bikinan Rusia itu sama dengan yang digunakan oleh Irak untuk menyerang Israel saat pecah Perang Teluk pada awal 1990-an. Perang yang disulut oleh pendudukan Irak atas Israel pada 1991. Dalam situasi sekarang, ketika tim inspeksi persenjataan DK-PBB sedang bertugas di Irak, kasus itu tentu bisa memicu berbagai kecurigaan. Terutama pada AS yang sangat berkepentingan untuk mengontrol persenjataan di Timur Tengah. Kecuali itu, Yaman ditengarai sebagai salah satu negara Arab yang disusupi kaum teroris internasional. Sebagai contoh, Umar Al Faruk yang tertangkap di Bogor, disebut-sebut sebagai warga Yaman. AS kawatir Scud tersebut jatuh ke tangan teroris di sana. - Sebenarnya ketegangan Korut-AS semula dipicu oleh perkembangan di negara komunis itu. Pada Oktober tahun lalu, pemerintah di sana secara terbuka menyatakan memiliki program-program senjata nuklir. Hingga sekarang belum diketahui apa latar belakang dan motivasi pernyataan tersebut. Pemerintah Pyongyang tentu tahu, pernyataan semacam itu akan memancing kecurigaan AS dan sekutu-sekutunya. Terutama Korea Selatan dan Jepang yang bersama AS menangani masalah reaktor nuklir di Korut. Reaktor tersebut bisa menghasilkan plutonium, bahan untuk membuat bom nuklir. Dua negara itu merasa paling terancam oleh rudal dan perkembangan nuklir negara tetangga di utara itu. Rudal bikinan Korut dengan gampang dapat menjangkau Seoul dan Tokyo. - Setelah melalui perundingan alot dan panjang, pada 1994 dicapai kesepakatan Korut menghentikan reaktor nuklir tersebut. Kesepakatan itu dicapai oleh para pemimpin Pyongyang bersama AS, Korsel, dan Jepang. Sebagai kompensasi, AS dan sekutunya akan membangun reaktor nuklir untuk tujuan damai. Yaitu reaktor yang tidak mampu menghasilkan plutonium bahan bom atom, tetapi memproduk alat-alat untuk keperluan program kesehatan, dan sumber listrik. Kecuali itu Korsel dan Jepang akan menyuplai kebutuhan minyak. Namun akibat pernyataan Oktober, AS, Korsel, dan Jepang serentak menghentikan pengiriman minyak. Hal itulah yang tampaknya mendorong Pyongyang bersikap makin galak. Yang terakhir menyatakan akan membangun reaktor nuklir baru. - Dunia ini sudah sangat panas dan sangat tidak nyaman. Ancaman kekerasan, terorisme, dan perang terus membayang. Lihatlah perkembangan di Palestina, Irak, dan situasi global setelah AS menyeret dunia ke dalam perang melawan terorisme. Terutama setelah sukses mengobrak-abrik Afghanistan. Negara-negara Asia Tenggara sangat dicemaskan oleh teror bom yang selain sudah terjadi juga masih terus membayang. Pelaku-pelakunya belum semua tertangkap. Pakistan baru saja menangkap tiga teroris yang mengendarai mobil penuh bahan peledak. Konon akan digunakan menghancurkan sasaran-sasaran AS di Kota Karachi. Ketegangan AS-Korut ditambah niat negara itu untuk meninggalkan kesepakatan 1994, jelas sekali menambah makin panas situasi global. |