logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Surat Pembaca  
Line

Klaim PT Taspen Proporsional

Berkenaan Surat Pembaca dari Sdr Haryanto tanggal 13 Desember perihal pembayaran klaim Asuransi Kematian Alm Bp Sumaryadi, dengan ini kami jelaskan sebagai berikut:

1. Pembayaran klaim Alm Bp Sumaryadi yang meninggal 10 September sudah proporsional dan benar sesuai SK Menkeu No 478/KMK.06/2002 tanggal 19 Nopember 2002. Jumlah klam yang dibayarkan :

Hak THT : Rp 13.363.896

Hak Askem : Rp 2.707.488

Jumlah : Rp 16.071.384

Adapun pembagiannya sesuai SK Direksi No SK-29/DIR/1993 tanggal 12 Agustus 1993, hak THT dibagi secara proporsional jumlah keluarga yaitu diberikan kepada masing-masing istri dan golongan anak (anak-anak seayah-seibu), sedangkan Askem dibagi dua (sesuai jumlah istri) sehingga haknya :

Istri I : Hak THT 1/5 x Rp 13.363.896 = Rp 2.672.779

Askem 1/2 x Rp 2.707.488 = Rp 1.353.744

Di kurangi biaya meterai = Rp 6.000

Jumlah dibayar = Rp 4.020.500

Ist4ri II : Hak THT 4/5 x Rp 13.363.896 = Rp 10.691.117

Askem 1/2 x Rp 2.707.488 = Rp 1.353.744

Di kurangi meterai =Rp 6.000

Jumlah dibayar = Rp 12.038.900

Mengenai kesan pengurusan tidak profesional dan bolak-balik, hal itu disebabkan pada saat pengambilan formulir dan pengajuan klam, hanya diajukan oleh pihak istri II.

Sedangkan saat diteliti dan diwawancarai ternyata masih ada ahli waris dari Istri I (sudah dicerai) yang berhak, sehingga perlu data tambahan persyaratan Surat Kuasa Ahliwaris dan data Ahliwaris dari Istri I, hal ini untuk mencegah gugatan dikemudian hari.

Demikian dan mohon maaf bila pelayanan kami masih belum memuaskan.

Humas
PT Taspen (Persero) KCU Semarang

***

Rekreasi Curug Sewu yang Mengecewakan

Tanggal 9 Desember kami tiga keluarga berjumlah 14 orang rekreasi di Curug Sewu di Patean Kendal, dengan tiket masuk Rp 5000/orang, ketika masuk lokasi, kami kaget sebab baru berjalan kira-kira 100 meter harus bayar lagi Rp 2000/ orang (bukti terlampir)

Setelah kami tanyakan ternyata itu pungutan dari Perhutani KPH Kendal. Setahu kami wisata Curug Sewu ya air terjun, ternyata dalam satu lokasi harus membayar dua kali. Setelah berada di lokasi wisata ternyata lagi-lagi kecewa, karena jalan yang menuju ke air terjun itu membahayakan, banyak undak-undakan/ tangga yang rusak dan tertutup oleh timbunan tanah.

Saya berpendapat Perhutani KPH Kendal berkesan hanya mau menerima uangnya dan tidak mau tahu kondisi lokasi. Warga Kendal sendiri merasa kaget dengan adaya pungutan lagi begitu akan masuk ke lokasi air terjun, mestinya walaupun mungkin lokasi itu dikelola dua instansi tiket masuk hanya sekali, saat masuk dan hasilnya dibagi dua berdasarkan kesepakatan kedua instansi tersebut.

Yanto
Jl Madukoro Semarang

***

Tata Ruang Pasar Gede Cilacap

Pasar adalah salah satu pusat perekonomian yang keberadaannya tidak lepas dari pedagang. Pembangunan pasar jadi program pembangunan Pemerintah namun harus saling menguntungkan. Yang harus diperhatikan, faktor kenyamanan, keamanan, keselamatan, keuntungan dan kemajuan (K-5) bagi para pedagang.

Hal ini tidak lepas dari tata ruang pasar itu sendiri dan faktor K-5. Saya salah seorang pedagang Pasar Gede Cilacap, merasa kecewa dengan tata ruangnya di mana pedagang lama dan kecil kurang mendapat perhatian.

Ada indikasi bisnis lahan/tempat bagi para pemodal baru, yang justru akan mengancam pedagang lama. Lihat saja pembangunan kios-kios yang jelas akan mengundang pedagang baru, penempatan bagi pemodal besar pada tempat-tempat yang strategis.

Penataan ruang pasar yang kurang memperhatikan faktor kenyamanan dan keselamatan justru dialami pedagang bahan pangan, daging, ikan dan kelontong yang ditempatkan di lantai atas. Padahal mobilitas mereka paling tinggi dan berat.

Sementara jalan ke lokasi cukup tinggi dan terjal. Apakah Bapak-bapak tidak mempertimbangkan, betapa banyak dan beratnya barang yang harus naik turun setiap harinya. Betapa sulitnya membawa barang dagangan ke atas. Belum kalau pas hujan jalan licin.

Lalu pembeli akan mikir 100 kali bila belanja di atas dengan berat bawaan 10 kg. Apa keuntungan kami, sementara wajib nyicil tempat jualan yang harganya mencekik leher, padahal jualan sepi.

Pasar Gede bukan pasar malam yang hanya digunakan 1-2 minggu, kalau tiap hari truk naik turun dengan tonase yang tinggi apa lantainya kuat. Di mana faktor keselamatan pedagang. Tolong Bapak anggota Dewan. Lebih baik kami tetap jualan di jalan-jalan.

Mustangin Mulyana
Jl Sumbawa 16 Cilacap

***

Korban Penipuan

Saya salah satu calon TKI korban penipuan. Setahun lebih saya mendaftar tapi sampai sekarang belum juga berangkat, apesnya lagi saya sudah setor uang Rp 30 juta dan uang tersebut belum dikembalikan meski saya juga lapor polisi.

Ibarat sudah jatuh masih tertimpa tangga, akibatnya saya mempunyai utang yang setiap saat minta dilunasi. Saya benar-benar putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa karena dihantui perasaan takut. Saya mengetuk hati para pembaca untuk memberikan pinjaman.

Setelah jadi TKI saya akan membayar utang. Demi Allah saya bersumpah akan membayar semua pinjaman tersebut. Karena merupakan pinjaman, sudilah menyebutkan alamat rumah melalui HP 081 56804221 dengan begitu saya bisa berkenalan.

Nurani
HP 081 56804221

***

Donor Ginjal

Saya seorang pria 24 tahun, saat ini mengalami kebingungan memenuhi kebutuhan hidup dan untuk modal kerja serta menanggung istri yang sedang hamil dan orang tua. Sudah berusaha mencari dana semaksimal mungkin namun semua menemui jalan buntu. Untuk itu saya mau mendonorkan ginjal dan kepada Bapak/Ibu yang membutuhkan bisa segera menghubungi saya.

Anto 081.5658.6424

***

Bank Mandiri, Tegarlah...

Kasus yang menimpa Bank Mandiri Tegal dalam pencairan deposito hanya merupakan ketidakpuasan pihak lain yang kurang mengerti prosedur bank. Anehnya lagi kasus itu sampai menggerakkan demo segala.

Sebelum ada klarifikasi dari pihak manajemen bank (SM 21/11), sebagian masyarakat memang menyimpulkan kecerobohan ada di pihak bank. Tetapi setelah itu, saya pastikan pihak yang menggerakkan demo kewirangan.

Untuk itu, saya imbau masyarakat jangan tergesa-gesa menggerakkan massa sebelum persoalannya jelas bahwa ada pihak yang dirugikan. Untuk Bank Mandiri, tetap tegarlah...

Sumiyati
BTN Tonggara Rt 7/Rw 3 Kedungbateng Tegal


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA