
| Selasa, 17 Desember 2002 | Sala |
Reka Ulang Pembunuhan HendroMANAHAN- Penganiayaan berat di kompleks Taman Sriwedari yang menewaskan Hendro Susilo (27) warga Sogaten, Pajang Laweyan dan melukai Dwi Istianto (24) warga Brengosan, Laweyan, Rabu (20/11) lalu, kemarin siang direka ulang. Rekonstruski yang rencana berlangsung pukul 10.00, namun baru berlangsung pukul 11.15. Keterlambatan waktu itu pun akhirnya mengundang perhatian puluhan warga masyarakat yang ingin mengikuti langsung tewasnya Hendro Susilo. Dimulai dari Suyoko alias Boleng (27) yang kini ditetapkan sebagai tersangka, sebelum kejadian dia datang di seputar Kafe 2000 Sriwedari. Ketika berada di tempat itu, Suyoko terlebih dahulu dianiaya Hendro Susilo. Karena ketakutan, Boleng yang tinggal di Lagenharjo, Grogol Sukoharjo melarikan diri ke arah barat Sriwedari. Karena kabur, Hendro berusaha mengejar menggunakan sepeda motor bersama Tejo Prabowo. Pada saat Boleng berada di depan pintu Sriwedari bertemu Dwi Istiyanto alias Mandra. Suyoko yang mengetahui dikejar, masuk ke kawasan Sriwedari. Di depan gedung Wayang Orang, Suyoko tertangkap Hendro. Di tempat itu, warga Langenharjo itu menjadi korban penganiayaan yang dilakukan Hendro bersama kawan-kawannya. Pada waktu dipukuli, Suyoko mengeluarkan pisau yang diselipkan diikat pinggang bagian depan. Pisau itu pun oleh Suyoko ditusukkan ke arah perut Hendro. ''Yang saya ingat, penusukan itu terjadi dua kali mengenai perut dia (Hendro-red),'' ucap Boleng yang statusnya menjadi tersangka. Melarikan Diri Merasa jiwanya terancam, pisau yang dibawa Suyoko itu kemudian ditusukkan ke perut Dwi Istiyanto alias Mandra. Setelah menusuk dua korban, Boleng melarikan diri ke arah barat. Sesampai di sebelah selatan stadion Sriwedari, pisau yang masih dibawa tersangka lalu dibuang di sungai. Peristiwa penusukan selain menewaskan Hendro Susilo saat dibawa ke rumah sakit (RS) Kasih Ibu, Dwi alias Mandra yang terkena pisau di perut bagian kirinya menderita luka serius dan di rawat di RS Kasih Ibu. Apa motif pembunuhan itu? Usai reka ulang Kapolresta AKBP Drs Bambang Hermanu SH MM didampingi Kasatserse AKP A Djoko Widiyanto menegaskan, kasus tersebut diduga kuat masalah perempuan. ''Karena sebelum kejadian, tersangka mencari pacarnya bernama Wiwik di kawasan Sriwedari. Di tempat itu, korban yang diduga mempunyai hubungan dengan Wiwik kemudian berkelahi dengan tersangka,'' jelasnya. Namun tersangka mengaku saat itu membela diri. (G11,san-51) |