
| Selasa, 17 Desember 2002 | Sala |
Mega Datang, PKL DitertibkanSOLO- Solo benar-benar ingin tampil istimewa saat kedatangan Presiden Megawati Soekarnoputri dalam peresmian Balai Kota Surakarta, 23 Desember 2002. Persiapan tidak hanya meliputi lokasi yang berkaitan langsung dengan acara, tetapi juga wajah Solo. Jalan utama yang rencananya dilewati Megawati akan ditata sedemikian rupa. Hal-hal yang tak menyedapkan pandangan mata akan dibersihkan dan ditata. ''Untuk menyambut Bu Mega, kami akan mensterilkan Solo. Kami berharap seluruh elemen mendukung langkah-langkah ini,'' kata Kepala Kantor Pengelolaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Supono SSos, Senin (16/12) kemarin. Untuk menata Solo, pemerintah antara lain akan secara kontinyu menertibkan PKL, terutama yang mangkal di Jalan Adisucipto, Manahan, Jalan Slamet Riyadi, dan Jalan Sudirman. Itu sesuai dengan rapat koordinasi instansi terkait 25 November 2002 di ruang Asisten Pemerintahan Sekda Surakarta tentang operasi penertiban PKL dalam rangka peresmian gedung Balai Kota Surakarta oleh Presiden. Penertiban PKL dilakukan sejak 14 Desember dan akan berakhir pada 30 Desember. Kemarin tim penertiban terdiri atas anggota Satpol PP Kota Surakarta dan petugas Kantor Pengelolaan PKL terus menertibkan PKL di Jalan Adisucipto dan Manahan pukul mulai 08.30, pukul 14.00 di kawasan Manahan dan Jalan Slamet Riyadi, dan pukul 20.00 di kawasan Gladag. ''Sebagai langkah awal kami bertindak persuasif. Kami hanya menyampaikan teguran dan peringatan agar para PKL berjualan sesuai dengan ketentuan.'' Pelanggaran Dalam penertiban yang dilakukan satu regu anggota Satpol PP dan empat petugas Kantor Pengelolaan PKL ada banyak pelanggaran. Sempat belas PKL berjualan di jalur hijau, satu PKL tanpa kios knock down (bongkar-pasang), dan 12 PKL menempati badan jalan. ''Operasi ini kami awali dengan pembinaan dan teguran. Pedagang di jalur hijau harus memindah tenda. Namun saat kedatangan Presiden nanti, selama sehari ruas Jalan Sudirman harus bersih dari PKL,'' kata Komandan Regu Satpol PP yang juga koordinator lapangan operasi penertiban PKL, Wisnu, saat melaksanakan operasi di Jalan Adisucipto. Kepala Seksi Pembinaan Kantor Pengelolaan PKL Urip Jatmiko SH mengatakan, banyak PKL menyalahi aturan. Mereka menggunakan badan jalan sebagai tempat berjualan, antara lain berjualan kembang api, buah-buahan, dan minuman. ''Kebanyakan mereka belum mengetahui aturan itu karena pedagang baru. Bila ada yang mengetahui, mereka beralasan itu menyangkut urusan perut.'' Kepala Seksi Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Surakarta Eko Nugroho mengemukakan langkah awal penertiban antara lain mendata dan mencatat kesalahan pedagang. ''Setelah kami data, tindakan baru kami lakukan pada akhir bulan.''(G13-51g) |