
| Selasa, 17 Desember 2002 | Sala |
TerasDewan Pendidikan agar NonpartisipanPROSES seleksi calon anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Boyolali menimbulkan protes kalangan LSM dan elemen masyarakat lain. Mereka menilai, perekrutan calon anggota tidak transparan dan dan kurang fair. Benarkah penilaian itu? Berikut petikan wawancara Suara Merdeka dengan Drs Moh Sahid yang pada 14 Desember yang terpilih sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Boyolali. Bagaimana Anda menanggapi protes berbagai kalangan atas perekrutan calon anggota Dewan Pendidikan? Positif dan saya terima sebagai masukan. Tujuh belas calon anggota yang akan menjadi pengurus memang diuji publik untuk menambah wacana. Jika dalam uji publik ditemukan hal-hal yang tidak diinginkan akan diganti. Soal perekrutan calon yang dinilai tidak fair dan tertutup? Kami bekerja berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/2002 tentang Dewan Pendidikan. Untuk menentukan calon anggota, dibentuk Panitia Persiapan Pembentukan Dewan Pendidikan. Kami telah menyosialisasikan ke semua elemen masyarakat. Pada 22-23 November, kami sudah menjelaskan kepada semua elemen masyarakat. Ada yang merasa tidak puas dengan sistem seleksi calon anggota Dewan? Dalam menentukan calon, kami berembuk dan berdebat, bahkan saling mempertahankan argumentasi. Untuk menentukan siapa calon anggota, tentu banyak persyaratan. Salah satunya, berdasarkan biodata dan aktivitas di masyarakat. Dari unsur apa saja calon anggota Dewan? Sesuai dengan SK Menteri Pendidikan Nasional sudah disebutkan. Antara lain dari LSM pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, yayasan penyelenggara pendidikan, organisasi profesi tenaga pendidikan, komite sekolah, eksekutif dan legislatif. Tujuh belas calon anggota itu sudah memenuhi unsur dan benar-benar nonpartisipan. Birokrat atau karyawan Dinas Pendidikan sangat ironis menjadi calon anggota. Sebab, mereka akan diawasi Dewan Pendidikan. Bagaimana tanggapan Anda? Saya bisa memaklumi dan menilai itu benar. Namun secara yuridis dapat dibenarkan asal tidak menjadi ketua. Memang saya mengakui sebagian besar masyarakat menanggapi masuknya Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sarwidi SH sebagai calon sangat ironis. Namun beliau sadar dan mengundurkan diri. Anda senang terpilih sebagai ketua? Saya sebenarnya sudah capai dan lebih baik tidak terpilih. Namun jika diberi kepercayaan, tentu saya emban dengan baik.(Suti Harjoyo-17j) |