logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Sala  
Line

Warga Bisa Mencarter Bus Tingkat

KARANGANYAR- Bus tingkat atau sering disebut bis tumpuk, yang pernah ada di Solo, ternyata hingga kini masih ada yang bisa dioperasikan. Namun, karena biaya operasionalnya tinggi, bus-bus yang pernah menjadi kebanggaan warga Kota Bengawan itu dikandangkan di garasi Palur, Karanganyar.

''Biaya operasional yang tinggi tak sebanding dengan pendapatannya, sehingga tidak dioperasikan,''kata Joko Suwarno mewakili Kepala Unit Perum DAMRI Bus Kota Solo, Joko Harbono SE, kemarin.

Dia mengungkapkan, ketika bus mulai dioperasikan pada 1983, tarifnya baru Rp 500 untuk jarak 22 km dari Palur (Karanganyar) hingga Kartasura (Sukoharjo) . Harga oli pada waktu itu baru Rp 500.000/drum. Setelah krisis, harga oli naik 300%, sedangkan kenaikan tarif hanya 100%.

''Belum lagi kenaikan BBM. Pada saat itu (1983-Red) solar per liter baru Rp 380, sekarang Rp 1.550. Itu belum harga suku cadang dan ban. Hal tersebut menjadikan biaya operasional tidak bisa tercapai,'' katanya sambil menambahkan kebutuhan suku cadang dan oli double decker itu cukup banyak.

Jika bus tingkat itu dioperasikan, kata dia, solar paling-paling satu liter bisa mencapai 1,5 km. Sementara itu, mengacu pada tarif yang diberlakukan sekarang per km Rp 50.

''Berarti masyarakat hanya dibebani 18 km. Sebab, jarak yang ditempuh Palur-Kartasura 22 km. Subsidi yang diberikan 4 km. Itu dikalikan berapa kali bus jalan. Biayanya menjadi sangat tinggi, sehingga untuk sementara dihentikan,'' katanya.

Jadi Kebanggaan

Dia mengakui bus itu dulu menjadi kebanggaan warga Kota Bengawan dan kota-kota di sekitarnya. Tak jarang orang dari Sragen atau Wonogiri datang ke Solo bersama keluarganya hanya ingin merasakan naik bus tingkat.

Ketika itu, bila pagi atau siang, yang tampak paling sering memadati bus tingkat atas adalah pelajar.

Meski sekarang setiap hari dikandangkan, bukan berarti bus-bus tersebut rusak. Setidaknya masih dua unit yang siap dioperasikan sewaktu-waktu. Dia mempersilakan masyarakat yang ingin mengenang kembali masa-masa pengoperasian bus tingkat tersebut menghubungi Unit Perum DAMRI Solo, di Palur.

''Silakan jika mau mencarter,'' ujar Joko. Masyarakat yang belum lama ini memanfaatkan bus tingkat tersebut untuk berwisata adalah para siswa SD Purwodadi. ''Mereka mencarter bus tingkat untuk berkeliling kota,'' (Subakti A Sidik-58e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA