logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Sala  
Line

Elevasi Waduk Kedungombo Masih Normal

BOYOLALI - Ketinggian genangan Waduk Kedungombo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, memasuki batas normal. Curah hujan tinggi satu bulan terakhir belum memengaruhi kenaikan genangan.

''Mungkin karena pintu bendungan dibuka, sehingga tak memengaruhi ketinggian genangan,'' kata Sutris (35), warga Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, kemarin.

Dia tak bisa menjelaskan secara pasti berapa meter ketinggian genangan. Namun berdasar pengamatan dia, elevasi atau ketinggian air dari permukaan laut antara 60 m dan 70 m.

Itu masih dalam batas normal elevasi genangan. Namun jalan desa dan bekas bangunan di dasar bendungan kini sebagian besar sudah tak tampak lagi.

Selain itu, kata Sutris, jalan desa tak bisa lagi dilalui kendaraan bermotor. Untuk pergi dari satu desa ke desa lain di Kecamatan Kemusu harus menggunakan perahu motor. Itu berarti memberikan nafkah para tukang dayung atau pemilik perahu motor. ''Pada musim kemarau lalu, mereka harus beristirahat lantaran jalan-jalan desa bisa dilalui sepeda motor.''

Tidak Spekulatif

Dia mengatakan, dalam elevesi normal warga sekitar Waduk Kedungombo tidak berani berspekulasi menanam padi dan palawija di lahan pasang surut. Dikhawatirkan, setelah menanam mendadak curah hujan tinggi sehingga menggenangi tanaman.

Beberapa warga menuturkan menanam padi atau palawija biasanya dilakukan pada musim kemarau panjang. Dengan pertimbangan, bisa memanen hasil tanaman karena kecil kemungkinan diterjang genangan. Dalam kondisi sekarang, mereka tak berani berspekulasi lantaran curah hujan dipastikan tinggi dan mengakibatkan tanamanan hancur diterjang genangan.

''Untuk sementara saya tak menanam di lahan pasang surut. Daripada merugi lebih baik mencari penghasilan lain, misalnya mencari ikan di waduk,'' katanya. (shj-17g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA