logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Sala  
Line

Gas Alam di Gemolong Tak Layak Dieksplorasi

SRAGEN-Pupus sudah harapan masyarakat Desa Pelemen, Kecamatan Gemolong untuk menikmati kekayaan gas alam yang ditemukan secara tidak sengaja. Sebab, semburan gas alam yang ditemukan saat penggalian sumur dilakukan Sugiyanto (37), warga RT 5 RW 2 Tluntang, Desa Peleman (Suara Merdeka 4/12), ternyata tidak layak dieksplorasi.

''Semburan gas tidak besar, kecil kemungkinan dieksplorasi,'' tutur Bupati H Untung Wiyono yang memiliki pengalaman eksplorasi minyak dan gas bumi, kemarin.

Semburan gas alam di Desa Peleman, pinta Bupati, jangan disamakan dengan temuan gas alam di Bontang, Kalimantan Timur. Sebab, di Bontang semburan gas alam terasa memekakkan telinga, meski dalam jarak cukup jauh. Itu berbeda dari semburan gas alam di Desa Peleman.

''Semburan gas di Peleman diduga hanya gas liar dari kerak bumi,'' katanya.

Jangan Berharap

Karena itu, Bupati minta masyarakat tidak terlalu berharap pemerintah segera mengeksplorasi rembesan gas alam itu. Apalagi berharap jauh kelak sumber alam bisa memakmurkan kehidupan warga sekitar. Dengan kondisi kandungan gas semacam itu, investor yang akan mengesplorasi sumber gas akan rugi.

Kendati sudah menjajaki kemungkinan kecil kandungan gas alam, Bupati tetap akan meminta bantuan tenaga ahli geologi ITB untuk meneliti kandungan gas alam di sumur itu.

Ketika meninjau lokasi penemuan, Bupati menyimpulkan gas alam itu tidak beracun kendati dalam papan pengumuman yang diletakkan di bibir sumur disebut gas beracun.

Sugiyanto menjelaskan, masyarakat yang menonton lokasi penemuan gas diminta berhati-hati, sebab jika terjilat api, lubang sumur akan menyala. Api dikhawatirkan menjilat benda di sekitar lubang sumur di bagian atas.(nin-17c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA