logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Sala  
Line

Ribuan Kader PDI-P Duduki Gedung DPRD

  • Jangan Adu Gengsi Semata-mata

SUKOHARJO- Ribuan kader PDI-P kemarin menduduki Gedung DPRD Sukoharjo. Mereka menuntut FPDI-P segera merampungkan agenda penyusunan pengurus fraksi agar kinerja DPRD berjalan normal.

Massa berdatangan pada pukul 10.30 menggunakan kendaraan roda dua serta puluhan mobil. Pengurus anak cabang (PAC) yang mengirimkan wakil dalam demonstrasi itu antara lain PAC Kartasura, PAC Tawangsari, PAC Weru, PAC Nguter, dan PAC Gatak.

Aksi diisi pidato menuntut DPRD, khususnya FPDI-P, bersikap aktif menyelesaikan agenda yang belum rampung. Beberapa anggota DPRD hadir menemui mereka, antara lain FY Heru Samsidjo, Fatah Yakob Rahmanto, Dwi Jatmoko, Parjino, Sumarno BP, dan Suparno Parno Murdoko.

Koordinator aksi Widodo Mulyo mengaku prihatin atas permasalahan di PDI-P dengan DPC. Kondisi itu mengakibatkan roda pemerintahan dan pembangunan di Sukoharjo mandek.

''Mau dikemanakan rakyat Sukoharjo kalau terus begini? Sebenarnya masalah di tubuh PDI-P mudah diselesaikan kalau fraksi sebagai petugas partai konsekuen melaksanakan keputusan partai,'' ujar dia.

Adu Gengsi

Dia mendesak permasalahan dapat diselesaikan. Dengan cara, fraksi dan DPC duduk satu meja membicarakan masalah tersebut. ''Syaratnya, hal itu harus dilandasi hati nurani yang bersih. Jangan sebaliknya, hanya adu gengsi semata-mata.''

Para kader, kata dia, merasa malu mempunyai wakil yang tergabung dalam FPDI-P yang justru cenderung mementingkan diri sendiri dan kelompok. Sangat tampak para anggota itu hanya berusaha mempertahankan kedudukan di DPRD.

''Karena itu ke depan kami harus berhati-hati memilih wakil rakyat. Jangan seperti itu, jarang datang ke DPRD untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.''

Keruwetan permasalahan justru merugikan masyarakat Sukoharjo. Padahal, masyarakat memilih wakil rakyat dari PDI-P dengan harapan kemakmuran dapat ditingkatkan dan kemiskinan dihilangkan. ''Namun apa kenyataannya? Para wakil rakyat hanya asyik dengan kepentingan pribadi, sedangkan rakyat tak pernah mendapat apa-apa. Kami malu punya wakil rakyat seperti itu.''

Aksi diakhiri desakan para kader agar DPRD segera mengadakan rapat paripurna lanjutan untuk mengatasi permasalahan. Mereka menolak ajakan anggota DPRD berdialog.

Secara terpisah Ketua DPC PDI-P Sukoharjo, Parjino, mengemukakan masalah internal DPC PDI-P sebenarnya mudah diselesaikan. Dengan syarat, para kader di fraksi dan DPC dapat berpikir jernih sesuai dengan hati nurani masing- masing serta menyingkirkan tujuan pribadi.

''Itu saja syaratnya. Jadi tidak njlimet. Perlu diketahui, DPC tidak campur tangan dalam aksi tersebut karena itu kehendak PAC,'' kata dia.(G10-17g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA