
| Selasa, 17 Desember 2002 | Sala |
''Jaka Tingkir Cerdas, Tangkas, Tanggap...''BEGITU rombongan prosesi Larung Ageng Gethek Jaka Tingkir sampai di Desa Butuh, Desa Gedongan, Plupuh, Sragen, suara azan terdengar. Tapi deretan warga masih bersabar menunggu di sepanjang jalan yang akan dilalui GRM Paundrakarna Sukmaputra (peraga Jaka Tingkir) dari tepi bengawan menuju Masjid Butuh, tempat Bupati Sragen H Untung Wiyono menerima kedatangannya. Dari dermaga tempat pendaratan ''Jaka Tingkir'' dengan makam Butuh, hanya berjarak sekitar 300 meter. Drumband dikawal pasukan lombok abang & sorogenen sebagai iringan perjalanan tetap dibunyikan. Tapi mendekati Masjid Agung Butuh, suara musik itu berhenti, dan rombongan ikut berhenti, menunggu Bupati H Untung yang belum selesai shalat magrib. Dua buah pancangan mikrofon telah dipersiapkan di depan masjid. Sedangkan di sekitarnya telah ada panggung dengan seperangkat gamelan, serta deretan kursi. Rupanya penyambutan ''Jaka Tingkir'' petang itu telah dipersiapkan Pemkab Sragen secara serius. Buktinya, banyak pejabat hadir serta ribuan orang memadati sekitar arena prosesi. Usai shalat, bupati menempatkan diri di depan mikrofon dan rombongan yang tadi berhenti segera menuju ke tempat di depan bupati. Lalu terjadi semacam uluk-salam dari rombongan yang baru datang, diwakili oleh budayawan Keraton Surakarta Dr (HC) KRHT Kalingga Hanggapura. Dia mengenalkan siapakah sebenarnya peraga Jaka Tingkir dengan bahasa Jawa. Secara simbolis, dia juga menyerahkan kupat sewu kepada bupati untuk dibagi-bagikan kepada warga. Bupati segera membalasnya dengan sebuah pidato singkat. Intinya, bupati sangat bergembira karena tahun ini dilibatkan dalam prosesi Larung Ageng Getek Jaka Tingkir yang berakhir di Makam Kiai Ageng Butuh. Sebelumnya, dia beserta rombongan juga nyekar di kompleks makam Butuh didampingi juru kunci Sarjono. ''Kami sungguh berbangga karena di daerah ini bersemayam Kiai Ageng Butuh yang kami percayai sebagai ayah Jaka Tingkir. Dan setiap daerah kami berulang tahun, pasti makam beliau menjadi tempat ziarah pertama,'' kata H Untung Wiyono. Dia juga membeberkan soal rencana Pemkab Sragen dalam pengembangan wilayah yang mencakup situs Makam Butuh. ''Rencana kami, dalam pengembangan pariswisata, Makam Butuh akan diprioritaskan bersama beberapa tempat lain seperti Kedungombo, Sangiran, dan sentra batik kliwonan di Masaran.'' Bupati didampingi Ketua DPRD H Slamet Basuki dan Sekda Drs H Srimoyo Tamtomo juga menyinggung soal sosok Jaka Tingkir yang merupakan tokoh sejarah yang hebat. ''Jaka Tingkir itu cerdas, tangkas, dan tanggap." (Anindito AN, Saroni Asikin-17) |