
| Selasa, 17 Desember 2002 | Olahraga |
Fickert Andalkan Hok SochetraJAKARTA- Ambisi pelatih asal Jerman, Joachim Fickert, mengibarkan sayap tim nasional Kamboja di arena turnamen dua tahuan Piala Tiger 2002 Grup A gagal terwujud. Pasalnya, tim yang diarsitekinya itu pada partai perdana harus menelan pil pahit, kalah telak 2-9 dari runner-up Piala Tiger 2000 Vietnam di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (15/12). Namun, Fickert berharap duet ujung tombak andalan Hok Sochetra dan Chea Makara bangkit dari kegagalan. Sebab, Selasa malam ini mereka harus menghadapi lawan berat, tuan rumah, Indonesia. Sadar akan kekuatan tuan rumah, dia mengingatkan seluruh pemain agar tampil habis-habisan. Kehadiran ujung tombak Hok Sochetra dalam laga turnamen dua tahunan diharapkan mampu memberikan semangat juang terhadap rekan-rekannya. Sochetra absen dari timnas Kamboja sejak babak penyisihan Piala Dunia 2002. Ketika itu, mereka menahan imbang Maladewa 1-1. Dia dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik di kawasan ASEAN. Fickert yakin kembalinya "mesin gol" Sochetra yang telah menjebol gawang lawan 42 gol dalam 64 pertandingan ini, akan mengangkat kepercayaan diri Kamboja sebagai salah satu tim yang berkibar di ASEAN. Tak heran jika Sochetra kembali menjadi aset berharga di timnya. Kontribusinya sebagai ujung tombak andalan juga sudah teruji. Satu-satunya kemenangan yang berhasil diraih Kamboja atas Laos 3-0 dalam pentas Piala Tiger tahun 2000 adalah salah satu bukti kepiawaian seorang Sochetra di lini depan. Pada saat itu, dua dari tiga gol kemenangan tercipta lewat kaki emasnya. Begitu juga ketika Kamboja nyaris ditekuk Filipina. Sochetra tampil sebagai pahlawan setelah menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hingga akhir pertandingan. Terhenti Karier cemerlang bintang pujaan Kamboja ini harus terhenti sejenak. Sochetra absen dari sepakbola setelah memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan telepon selular sejak tahun 2001. Keputusan "meninggalkan" sepakbola ini diambil Sochetra, menyusul terjadi krisis ekonomi berkepanjangan yang melanda negara kecil yang miskin tersebut. Akibat krisis ini, persepakbolaan Kamboja juga terkena imbas, terlebih ketika dana dan sponsorship untuk menyelenggarakan Liga Nasional sulit didapat. Memasuki ajang Piala Tiger 2002, Kamboja yang berada di Grup A bersama tuan rumah Indonesia, Vietnam, Myanmar, dan Filipina, berusaha bangkit. (wgm,bn,A7-77k) |