
| Selasa, 17 Desember 2002 | Olahraga |
Siapa Lagi setelah Ivan Kolev?MASA depan pelatih tim nasional Indonesia asal Bulgaria Ivan Venkov Kolev tampaknya suram. Polesan bekas pelatih Persija Jakarta itu belum memperlihatkan hasil mengesankan, bahkan terlihat amburadul. Ada dua kesalahan Kolev ketika timnya ditahan Myanmar 0-0 pada pertandingan pertama Piala Tiger 2002, Minggu lalu. Pertama, dia kurang jeli melihat situasi. Ketika barisan gelandang kehilangan kreasi dan banyak melakukan kesalahan, coach berambut ikal itu tak cepat bertindak mengatasi keadaan. Kedua, Kolev terlalu memaksakan pola 4-4-2. Formasi yang dia anggap cocok untuk sepakbola modern itu ternyata tak efektif. Di lapangan, Hendro Kartiko dkk lebih hidup dengan skema 3-5-2. Jika Kolev tetap ngotot memaksakan pola 4-4-2, Indonesia bakal sulit merebut gelar juara. Menghadapi Myanmar yang diperkuat pemain-pemain muda saja keteteran, bagaimana jika jumpa Thailand yang secara teknis paling top di Asia Tenggara? Kolev harus cepat bertindak. Sebab, jika gagal kemungkinan besar dia dipecat. Kalau itu terjadi, dia menjadi pelatih kesekian yang terbuang gara-gara gagal merealisasikan target PSSI. Secara teknis, pasukan Kolev sebenarnya oke di lini belakang. Namun, barisan gelandang harus segera dibenahi, terutama posisi playmaker. (Edi Indarto-77e) |