
| Selasa, 17 Desember 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Pedagang Pasar Bulu Kembali ke Lantai IISEMARANG- Sekitar 300 pedagang yang berjualan pada lahan parkir Pasar Bulu telah kembali ke dalam. Tanpa mendatangkan buldoser seperti penataan sebelumnya, para pedagang memindah barang dagangan ke lantai dua pada Minggu (15/12) malam. Hanya sebagian kecil yang baru memindahkan dagangan pada Senin (16/12) pagi. Namun pedagang masih mengeluhkan kekhawatiran tingkat jual di dalam pasar akan menurun. Bila berjualan pada lahan parkir, ujar pedagang sayur Kariadi, bisa laku 10 kg bawang merah. ''Saat di dalam pasar bisa turun setengahnya, paling banyak laku lima kilo.'' Tomo, pedagang lain, menuturkan, dengan berjualan di bawah bisa lebih dekat dengan pembeli. Transaksi bisa lebih cepat karena tidak perlu repot-repot masuk ke pasar. Selain itu, dia juga mempertanyakan masalah luas petak-petak tempat berjualan. Pola Pikir PKL Menanggapi kekhawatiran tersebut, Kepala Cabang Dinas Pasar Rayon III YMT Merry Suwito menilai, kekhawatiran dagangan kurang laku lantaran belum terbiasa. Selama ini, ungkapnya, pedagang mendekati pembeli seperti pola pikir pedagang kaki lima (PKL). ''Sebagai pedagang pasar tidak menggunakan pola tersebut. Jika sudah terbiasa, walaupun di dalam pasar tetap akan dicari pembeli.'' Apalagi pemindahan ke dalam pasar tersebut untuk kepentingan masyarakat. Dia mengemukakan, masyarakat akan memiliki tempat parkir representatif. Parkir kendaraan tidak semrawut, sehingga masyarakat akan tertarik berbelanja di pasar. ''Yang menjadi persoalan, tidak tersedianya lokasi parkir. Masyarakat akan pikir-pikir dulu untuk berbelanja di pasar lantaran kendaraan kurang terjaga.'' Dia mengibaratkan sebuah warung makan yang berlokasi di dalam gang kecil. Karena layanan dan menunya digemari, tetap ramai dan diburu masyarakat. Masalah pengaturan petak berjualan, ujar dia, akan disesuaikan dengan asas kepatutan dan kepantasan. Pedagang yang memiliki banyak stok barang akan berbeda dari pedagang lain. ''Kita tidak saklek (harga mati-Red) dengan aturan. Pedagang tahu dan tempe, misalnya akan berbeda dari pedagang lain yang stoknya menumpuk. Asalkan lokasi itu tidak menimbulkan kecemburuan.'' Untuk memperluas lokasi berjualan di dalam pasar, ruang di sayap utara akan dibersihkan. Bahkan ruang Kantor Cabang Pasar Wilayah III akan dikosongkan untuk selanjutnya bisa ditempati pedagang. ''Lokasi di sayap utara-barat itu lebih luas. Lokasi tersebut diharapkan akan lebih ramai dengan transaksi jual beli.'' Penataan berikut yang hendak dilakukan adalah penertiban atap di dalam bangunan pasar. Atap terbuat dari terpal tersebut hendak dibongkar agar lebih bersih dan terang. Dia menuturkan pula, para PKL di pinggir Jalan Cokroamianoto sudah bersedia pindah. ''Sebagian hari ini sudah akan pindah, tetapi ada pula yang menawar hingga Januari.''(G1-73j) |