logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Bisa Timbul Dugaan Selingkuh Politik

  • Soal Isu Anggota DPRD Terima Rp 20 Juta

''Jika Wali Kota dan Ketua DPRD diam saja, tidak memberi klarifikasi, bisa melukai hati rakyat. Sebab dalam kondisi rakyat sedang susah, Wali Kota malah bagi-bagi uang.''

SEMARANG-Wali Kota H Sukawi Sutarip SH dan Ketua DPRD Ismoyo Soebroto seyogianya segera mengklarifikasi kabar bagi-bagi uang Rp 20 juta ke setiap wakil rakyat. Jika diam saja akan menimbulkan dugaan terjadi selingkuh politik.

Pengamat politik dari Undip, Novel Ali, mengatakan hal itu Senin (16/12). ''Jika diam juga bisa melukai hati rakyat. Soalnya dalam kondisi rakyat sedang susah, Wali Kota bagi-bagi uang, meski belum dijelaskan uang itu dari PAD atau bukan.''

Dia menyatakan kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) merupakan tugas politik eksekutif dan legislatif. Jadi jangan dijadikan alasan sebagai prestasi semata-mata.

Dia mengingatkan agar permasalahan itu dijelaskan secara transparan. Sikap diam juga merusak partai politik. Sebab, para anggota DPRD merupakan kader partai.

Dia meminta kebenaran kabar itu dilacak mulai dari anggota DPRD yang mengatakan ada pembagian uang itu. Jika kabar itu tidak benar, berarti telah timbul fitnah.

Jika bagi-bagi uang itu ada, ujar dia, DPRD harus berani menolak. Jika menerima berarti berkongkalikong dengan Wali Kota. Padahal, DPRD berfungsi mengontrol eksekutif.

Namun DPRD bukan satu-satunya alat kontrol. ''Rakyat pun berhak mengontrol.''

Dia mengemukakan rakyat sebagai konsumen jasa eksekutif dan legislatif bisa menggugat secara class action jika dikecewakan. Namun perlu formulasi yang tepat, sebab belum pernah ada gugatan semacam itu. (G7-13g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA