
| Selasa, 17 Desember 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Sehari Terjual Kluwih SeratusKENDAL - Saat Lebaran dan Syawalan, kluwih atau semacam buah nangka kecil menjadi primadona serta diburu oleh masyarakat Kendal. Sudah tradisi, buah tersebut dimasak sayur lodeh sebagai pelengkap hidangan ketupat. Tak heran, saat itu kluwih cukup sulit dicari di sejumlah pasar, sehingga harga yang ditawarkan melambung hingga dua kali lipat. ''Meskipun untuk memasak sayur lodeh dapat menggunakan nangka muda, namun rasanya lebih puas bila dalam menyajikan makanan di Hari Raya dengan sayur lodeh kluwih. Padahal, selain sulit didapat, harganya juga cukup mahal. Untuk ukuran besar, Rp 3.000 per buah,'' kata Ny Nani, warga Karangsari RT 1/1, Kendal. Menurut salah seorang pedagang di pasar Kendal, Sunarti (26), pada hari-hari biasa buah kluwih kurang diminati pembeli. Setiap harinya dia paling banter menjual sepuluh buah kluwih. Berbeda dengan saat Lebaran dan Syawalan, buah kluwih dapat terjual seratus buah sehari. ''Jika ada barangnya, sehari saya dapat menjual kluwih lebih dari seratus buah. Saya kulakan dari bakul desa seharga Rp 2.000-2.500 per buah, jadi sudah mahal. Padahal, pada hari biasa harganya berkisar Rp 500-700 perbuahnya. Itupun tidak banyak yang membeli,'' jelasnya. Hal senada juga diungkapkan Nasriah (42), saat itu dia cukup kesulitan mencari buah kluwih. ''Pedagang di sini kesulitan mencari kluwih. Akhirnya kami mau tidak mau harus menaikkan harganya, meski demikian masih tetap laris. Pada hari biasa kluwih ukuran kecil sebuah dijual Rp 400, sekarang laku Rp 1.500 per buah.'' (G15-73) |