logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

GM Sudarta Halalbihalal di Coca Cola

UNGARAN- Kartunis ternama GM Sudarta yang kini tinggal di Klaten dan menekuni musik gending Jawa mengemukakan, pertikaian dan tawuran tak akan terjadi bila masyarakat dapat merasakan kehalusan dan keindahan makna musik Jawa khususnya, laras madya. Dengan sarana sangat sederhana, musik dapat menciptakan kebersamaan.

GM, panggilan akrab kartunis itu, mengungkapkan hal tersebut di sela-sela halalbihalal manajemen dan karyawan PT Coca Cola Bottling Indonesia di Bawen, Senin (16/12). Dia yang tinggal di tepi sawah jalan lingkar Klaten tersebut, secara rutin mengaji dan mendalami gending Jawa.

Beberapa syair gending Jawa kuno kini mulai dikumpulkan. Ada yang masih ditulis dalam aksara Jawa kuno. Bahkan kelompok musik Al Muqorobbin yang dipimpinnya dapat menemukan kembali syair asli lagu ''Lir Ilir'' karangan Sunan Drajat.

Ada perbedaan syair lagu ''Lir Ilir'' sekarang dengan yang lama. Dalam bait kedua dan ketiga ciptaan Sunan Drajat, terasa sekali kedalaman makna spiritual sebagai manusia, hamba Allah sangat terbatas kemampuannya. Manusia menjadi sadar, Yang Mahaagung dan Mahakuasa hanya Allah SWT.

Berdasarkan itulah, GM pun membangun kebersamaan dengan warga Desa Morongan yang berminat dengan lagu gending yang bernuansa keimanan dapat bergabung dengan kelompok itu. Anggota Al Muqorobbin terdiri atas berbagai lapisan masyarakat, seperti tukang becak, tukang patri, dosen, dan pengusaha menyatu dalam kominitas musik religius.

Dia menyatakan kesediannya untuk memeriahkan Jambore Musik Palajar di Ungaran Januari tahun depan. Bahkan untuk membangun kedamaian di Bumi Serambi Makkah, Aceh, kelompok musik itu bersedia tampil bersama masyarakat.

Solidaritas

Sementara itu Manajer Eksekutif PT Coca Cola H Mugiyarto mengungkapkan, untuk membangun kebersamaan diperlukan solidaritas termasuk para karyawan. Dia mengemukakan, salah satu kunci keberhasilan karyawan PT Coca Cola Bawen yang kini menjadi percontohan kesadaran solidaritas yang tinggi adalah tingkat kejujuran dan keinginan untuk maju sebagai kunci keberhasilan.

Unit usaha di Desa Harjosari, Bawen tersebut pernah mengalami kemunduran. Namun kini secara bertahap sudah membangun kembali, bahkan sudah dapat menjadi contoh unit usaha lain.

Humas Roestamadji BR mengemukakan, acara halalbilalal tersebut sebagai salah satu upaya membangun kebersamaan. Hal itu dilakukan rutin setiap tahun.(C17-73j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA