logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Dipertanyakan, Keseriusan Aparatur Tangani Togel

DEMAK- Keseriusan Pemerintah Kabupaten dan aparatur penegak hukum memberantas judi toto gelap (togel) di Kota Wali sudah lama diragukan anggota Komisi A DPRD Demak, Awal TS Budiharsono SH. Sebab, judi togel yang kini berkembang bagai jamur pada musim hujan melibatkan beberapa pihak.

Dia mengemukakan hal itu Senin (16/12), menanggapi peringatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Demak. Yakni, jika dalam tempo 1-2 bulan Demak belum bersih dari togel, logo Demak sebagai Kota Wali sebaiknya dicopot (Suara Merdeka, 16/12).

Awal menyatakan dulu saat pandangan umum fraksi-fraksi DPRD mengenai penetapan beberapa perda, termasuk perda larangan judi, pernah mempertanyakan. Bahkan dia sangsi apakah togel dapat berhenti total atau cuma tutup sementara, lalu buka lagi.

Karena lingkup peredaran togel sudah lintas kota/kabupaten, kata dia, penanganan pemerintah dan aparat penegak hukum semestinya tak sepotong-potong. Apalagi larangan berjudi sudah diatur dengan Perda Nomor 33 Tahun 2002 yang ditetapkan pada 2 Desember 2003.

''Perda larangan judi sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana aparatur penegak hukum memberantas judi tersebut. Apalagi seusai Lebaran ini togel masih merebak,'' kata Awal.

Dia menilai perda ibarat buku mati. Artinya, ia dapat berfungsi jika aparatur penegak hukum sungguh-sungguh melaksanakan peraturan daerah itu secara benar. Jika perda tak dilaksanakan secara benar tidak ada artinya. Yang terpenting, tiga pilar pemerintahan Demak, yaitu legislatif, eksekutif, dan yudikatif, harus sungguh-sungguh memberantas perjudian.

Sementara itu Bupati Demak Dra Hj Endang Setyaningdiah mengakui sudah mendelegasikan wewenang soal penanganan judian togel ke Wakil Bupati Noer Hamid Wijaya BA. Dia menyatakan hal itu di sela-sela halalbihalal dengan karyawan dan karyawati pemerintah di pendapa kabupaten, kemarin. Namun jika tahun depan masalah judi belum tuntas, dia akan mendelegasikan wewenang itu ke pihak lain.

''Jika tahun depan Wakil Bupati tak bisa maksimal melakukan, penanganan judi kami limpahkan ke orang lain,'' kata dia.

Sebaliknya, dia menyatakan ragu-ragu jika wewenang penanganan judi diserahkan ke birokrat. Apalagi birokrat Demak halus dan lemah lembut ketika melayani masyarakat.

''Apa berani birokrat menangani masalah judi togel? Nanti kalau diteror mafia togel bagaimana? Kan birokrat dikenal sebagai priayi yang bersikap halus.''(F2-73g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA