
| Selasa, 17 Desember 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Selongsong dan Proyektil Dikirim ke Lab ForensikSALATIGA - ''Hari ini (Senin-Red) selongsong dan proyektil kami kirim le Laboratorium Forensik (Labfor) di Semarang,'' kata Kasatserse Iptu Jamaluddin Farti, Senin (16/12). Selongsong dan proyektil itu, kata dia, ditemukan di depan rumah korban Roy Frans Sudiarto (29) dan sang istri, Ny Anita Lusi Witanto (27), pemilik toko HP Centra Nusa, Jalan Pemotongan, Salatiga. Mereka Jumat malam lalu dirampok oleh dua penjahat bersenjata api. Perampok membawa kabur 45 unit HP milik pelanggan mereka (Suara Merdeka, 14-16/12). Perampok mengarahkan senjata api kepada Roy. Namun tembakan tak mengenai sasaran. Proyektil justru mengenai paha kanan istri Roy dan tembus. ''Ketika tembus paha, proyektilnya menghantam kaca etalase dan jatuh di dekat kardus,'' ucap Jamal. Selongsong peluru ditemukan di badan Jalan Pemotongan, Salatiga. Jarak selongsong dari kedua korban saat ditembak sekitar 2 m. Untuk memastikan jenis senjata api perampok, polisi mengirimkan barang bukti itu ke Labfor. Sebab, menurut informasi beberapa saksi mata, kedua perampok diduga keras menggunakan pistol jenis FN kaliber 38 mm. Ada saksi mengetahui perampok menarik pelatuk pistol sebelum menembakkan ke tubuh korban. Namun FN itu tidak standar. Titik terang soal perampok, kata dia, belum ada. Polisi kini masih berusaha mengungkap identitas mereka, apakah warga Salatiga atau Kota Semarang. ''Tim khusus yang saya bentuk masih berada di lapangan,'' kata dia. Aktivitas bisnis Roy kemarin berjalan sebagaimana biasanya. Namun ketika Suara Merdeka hendak menemui, penjaga toko menyatakan Roy sedang istirahat di rumah.(A2-73g) |